BLITAR KAWENTAR- Progres pembangunan jalur lintas selatan (JLS) yang menghubungkan Kabupaten Blitar hingga Kabupaten Malang kini menyisakan satu titik krusial.
Ruas yang belum tersambung tersebut sepanjang sekitar 13 kilometer dan ditargetkan bisa rampung pada akhir tahun ini.
Baca Juga: Dianggap Kuno, Begini Cara Putri Batik Kota Blitar Ini Gaungkan Batik di Kalangan Anak Muda
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Agus Zaenal mengatakan, konektivitas JLS di wilayah Kabupaten Blitar secara umum mulai terbentuk, terutama dari arah barat.
Jalur dari Tulungagung telah tersambung hingga kawasan Desa Sumbersih, Kecamatan Panggungrejo.
Baca Juga: Semarakkan Hari Jadi Kota Blitar, Pemkot Hanya Sanggup Gelontorkan Anggaran Sekitar Rp 100 Juta
Jalur tersebut telah melintasi wilayah Kecamatan Bakung, Wonotirto, hingga Panggungrejo.
Tidak lama lagi tersambung melintasi Kecamatan Wates hingga wilayah Kabupaten Malang.
Baca Juga: Program Bimbel Pemkot Blitar Alami Kendala Jelang Pelaksanaan SNBT
“Dari arah barat sudah tersambung sampai Desa Sumbersih. Tinggal satu ruas lagi yang belum selesai, yakni dari Desa Sumbersih ke Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates, sepanjang kurang lebih 13 kilometer. PPK JLS masih mencari lahan yang cocok untuk akses,” ujarnya yang ditemui beberapa waktu lalu.
Menurut Agus, ruas tersebut menjadi bagian penting dalam menyempurnakan konektivitas JLS secara keseluruhan.
Baca Juga: Rekomendasi Laptop Bisnis Terbaik untuk Kemudahan Deployment Skala Perusahaan
Jika tersambung, jalur ini akan membuka akses dari wilayah barat menuju kawasan pesisir selatan Kabupaten Blitar hingga terhubung ke Kabupaten Malang.
Tentu masyarakat tidak sabar menanti konektivitas JLS ini selesai.
Kabar baiknya, pengerjaan ruas Desa Ringinrejo menuju kawasan wisata Pantai Jolosutro dipastikan mulai berjalan tahun ini.
Sementara itu, jalur dari Pantai Jolosutro menuju perbatasan Kabupaten Malang saat ini tengah dikebut pengerjaannya.
Pada akhir tahun diperkirakan bisa terhubung hingga wilayah Kabupaten Malang dan menjadi jalan alternatif antarwilayah.
“Targetnya konektivitas antardaerah segera terwujud pada akhir tahun ini sehingga akses dari Blitar ke Malang dan Tulungagung melalui jalur selatan bisa lancar. Tentu dapat menambah daya tarik wisatawan,” jelasnya.
Jika seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana, hingga akhir 2026 progres JLS di wilayah Kabupaten Blitar akan semakin lengkap.
Kini hanya menyisakan ruas Sumbersih–Ringinrejo yang belum sepenuhnya tersambung.
Keberadaan JLS diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
Khususnya di kawasan Blitar bagian selatan sekaligus membuka potensi wisata yang selama ini belum tergarap maksimal.
Ke depan, JLS menjadi jalur jujukan ke wisata dan mudik.
“Pemkab Blitar membantu mencarikan lahan untuk akses JLS dan juga pembebasan lahannya. Setelah itu, tinggal menunggu pengerjaan dari Balai Besar Wilayah Jalan dari Kementerian PU,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : Oksania Difa Ilmada