KEWENTARAN- Postingan salah seorang kreator konten yang menyoroti fasilitas di Alun-Alun Kota Blitar langsung direspons oleh Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin.
Orang nomor satu di lingkup Pemkot Blitar itu langsung turun meninjau fasilitas alun-alun untuk memastikan kondisinya.
Baca Juga: Diminta Pahami Sikon Ekonomi Daerah
Meski sorotan turut disertai kritikan, wali kota justru merespons santai.
Dia dan jajaran OPD terkait langsung melihat kondisi fasilitas publik di ruang terbuka hijau (RTH) andalan pemkot tersebut.
“Ya, ini saya diminta teman-teman untuk ikut me-review alun-alun. Kami senang kalau masyarakat ikut memperhatikan fasilitas publik,” ujarnya, kemarin (5/4).
Menurutnya, keberadaan alun-alun memang dirancang sebagai ruang terbuka yang tetap mempertahankan nilai tradisional sebagai simbol kota.
Namun di balik itu, dia juga mengakui ada sejumlah catatan, terutama soal perawatan fasilitas yang mulai menua.
“Kalau untuk perawatan, memang ada keterbatasan anggaran. Jadi, kita maksimalkan yang ada saja,” ungkapnya.
Dia menilai secara umum kondisi alun-alun masih layak digunakan, meski beberapa bagian seperti cat fasilitas dan area permainan perlu pembenahan.
Wali kota juga menyinggung persoalan kebersihan, termasuk kotoran burung, yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah.
Meski begitu, wali kota yang akrab disapa Mas Ibin ini memastikan pemerintah tidak akan melakukan bongkar pasang fasilitas, tetapi fokus pada perawatan.
“Yang penting dirawat dengan baik. Tidak perlu bongkar-bongkar. Anggarannya juga terbatas,” tegasnya.
Baca Juga: Dianggap Kuno, Begini Cara Putri Batik Kota Blitar Ini Gaungkan Batik di Kalangan Anak Muda
Dia mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan dan kenyamanan alun-alun.
Tanpa peran dan dukungan masyarakat, maka program-program pemkot akan sulit berjalan dengan lancar.
Baca Juga: Dianggap Kuno, Begini Cara Putri Batik Kota Blitar Ini Gaungkan Batik di Kalangan Anak Muda
“Semua program yang kami rancang itu tentu demi kebaikan masyarakat. Kalau semua ikut menjaga, kota ini akan tetap nyaman,” pungkasnya.(bud/c1/sub)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar