BLITAR - Gebrakan besar dilakukan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam memodernisasi layanan pertanahan di Indonesia. Melalui ajang bergengsi Kompetisi Karya Inovasi Terapan yang Andal (KRISTAL) Tahun 2026, kementerian ini berhasil menjaring talenta-talenta muda berbakat yang siap membawa perubahan revolusioner. Kompetisi KRISTAL Kementerian ATR BPN ini menjadi bukti nyata bahwa birokrasi kini semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Acara puncak penganugerahan pemenang yang digelar pada Kamis (12/03/2026) ini menjadi panggung bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) muda untuk unjuk gigi. Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menegaskan bahwa inovasi adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan pelayanan pertanahan yang kian kompleks. Menurutnya, gagasan kreatif yang lahir dari tangan-tangan muda ini adalah solusi jitu yang selama ini dibutuhkan masyarakat luas.
"Kompetisi ini menunjukkan, di tengah tantangan pelayanan pertanahan yang sangat kompleks dan membutuhkan solusi jitu, ternyata para aparatur kita mampu menghadirkan gagasan yang kreatif dan solutif. Apresiasi setinggi-tingginya kepada generasi inovator di lingkungan kementerian," ujar Wamen Ossy Dermawan saat memberikan sambutan di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta. Kompetisi KRISTAL Kementerian ATR BPN ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh jajaran di daerah, termasuk bagi kantor-kantor pertanahan di wilayah Blitar dan sekitarnya.
Kolaborasi Strategis dengan KPK
Penyelenggaraan Kompetisi KRISTAL bukan sekadar ajang adu ide biasa. Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi program kerja sama strategis antara Kementerian ATR/BPN dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tujuannya jelas: menciptakan sistem pelayanan yang transparan, akuntabel, dan menutup celah praktik pungutan liar atau mafia tanah melalui digitalisasi sistem.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Budi Santosa, mengungkapkan bahwa minat ASN muda terhadap ajang ini sangat luar biasa. Tercatat ada 404 peserta yang berpartisipasi dengan mengumpulkan sedikitnya 145 ide abstrak. Setelah melalui kurasi ketat, sebanyak 101 karya berhasil dikembangkan dalam berbagai format modern, mulai dari poster edukatif, video informatif, hingga aplikasi terapan yang siap digunakan.
Daftar Inovasi Pemenang yang Mengubah Wajah BPN
Persaingan dalam kompetisi perdana ini berlangsung sangat sengit. Juara pertama diraih oleh kolaborasi apik dari Kantor Pertanahan Kota Kupang dan Kabupaten Manggarai Barat. Mereka mengusung karya berjudul Ruang Maslahat. Ini merupakan sebuah sistem pengendalian pemanfaatan ruang yang berbasis pada partisipasi aktif masyarakat. Dengan sistem ini, warga tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang mengawasi tata ruang wilayahnya.
Tak kalah menarik, juara kedua diraih oleh Kantor Pertanahan Kota Tangerang dengan inovasi Transparansi Real-Time. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat mengawal petugas ukur langsung dari genggaman ponsel pintar. Inovasi ini menjawab keresahan warga terkait kepastian waktu dan transparansi proses pengukuran tanah di lapangan.
Sementara itu, posisi juara ketiga ditempati oleh Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) dengan karya berjudul CLEARLAND. Platform ini adalah marketplace tanah terverifikasi yang didukung oleh teknologi Artificial Intelligence (AI) Value Engine dan Feasibility Indicator. Teknologi ini memastikan pembeli mendapatkan data tanah yang valid dan bebas sengketa sebelum melakukan transaksi.
Membangun Birokrasi yang Adaptif dan Kompetitif
Wamen Ossy Dermawan meyakini bahwa kemajuan kementerian sangat bergantung pada kemampuannya dalam mengelola talenta terbaik. Dengan adanya ajang seperti KRISTAL, kementerian ingin memastikan bahwa SDM yang dimiliki tidak hanya bekerja secara rutin, tetapi juga kompetitif dan solutif dalam melayani rakyat.
"Organisasi yang maju adalah yang mampu menghargai dan merawat talenta terbaiknya. Hari ini kita melihat masa depan pelayanan pertanahan Indonesia yang lebih cerah," pungkasnya. Acara penganugerahan ini ditutup dengan penyerahan penghargaan secara langsung oleh Wamen Ossy didampingi Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, serta disaksikan oleh jajaran pimpinan tinggi dari seluruh Indonesia melalui kanal daring dan luring.
Dengan adanya terobosan-terobosan ini, masyarakat di daerah seperti Blitar pun menaruh harapan besar agar inovasi-inovasi juara ini segera diimplementasikan secara nasional demi pelayanan tanah yang lebih cepat, murah, dan transparan. (*)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly