BLITAR KAWENTAR - Kursi direktur Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Patria Kota Blitar kembali kosong.
Hal ini menyusul pengunduran diri Basuki Agus Riono yang baru sekitar setahun menjabat sebagai direktur perusahaan daerah tersebut.
Kepala Bagian Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Blitar, Gigih Mardana, membenarkan kekosongan jabatan tersebut.
Dia menjelaskan, pengunduran diri Basuki telah disampaikan secara resmi melalui surat kepada Wali Kota Blitar.
”Surat pengunduran diri sudah diterima dan pada akhir Februari lalu wali kota telah menerbitkan keputusan pemberhentian secara hormat,” ujarnya.
Menurut Gigih, alasan pengunduran diri Basuki dipicu faktor kesehatan.
Hal tersebut diperkuat dengan adanya lampiran rekam medis yang menunjukkan kondisi kesehatannya yang menurun.
Bahkan, sejak Januari lalu, Basuki telah dua kali mengirimkan surat terkait kondisi kesehatannya tersebut.
”Pertimbangan kesehatan menjadi alasan utama. Kami tentu memahami kondisi tersebut,” jelasnya.
Meski demikian, pemkot tetap memberikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Basuki selama menjabat di PDAM Tirta Patria.
Pengabdian yang telah diberikan dinilai tetap membawa dampak positif bagi perusahaan daerah tersebut.
Nah, untuk mengisi kekosongan sementara, wali kota telah menunjuk Eko Wahyudi sebagai pelaksana tugas (Plt) direktur.
Saat ini, Eko juga masih aktif menjabat sebagai kepala bagian teknik di PDAM.
Sementara itu, untuk posisi direktur definitif, pemkot memastikan akan segera melakukan proses pengisian jabatan melalui mekanisme yang berlaku.
Saat ini, tahapan yang tengah disiapkan adalah pembentukan panitia seleksi (pansel).
”Setelah pansel terbentuk akan dilanjutkan dengan seleksi terbuka atau lelang jabatan. Jadi, kesempatan ini terbuka bagi siapa saja, baik dari dalam maupun luar daerah,” terang Gigih.
Dalam proses seleksi tersebut, para calon akan mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari tes tertulis hingga wawancara.
Selain itu, terdapat persyaratan khusus yang harus dipenuhi, salah satunya memiliki sertifikat manajemen air minum.
Proses seleksi hingga pelantikan direktur definitif ditargetkan rampung dalam kurun waktu 6 bulan.
Seluruh tahapan akan dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku.
Pemkot menegaskan bahwa pengisian jabatan direktur PDAM tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Wali kota menginginkan sosok pemimpin yang kompeten dan mampu mengelola perusahaan secara profesional, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan daerah.
”Kami ingin mendapatkan figur yang tepat, yang benar-benar mampu membawa PDAM lebih baik ke depan,” pungkasnya.(sub/c1)
Editor : Oksania Difa Ilmada