BLITAR KAWENTAR- Pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) jenjang SMP di Kota Blitar mulai digelar sejak kemarin (6/4).
Hasil pemantauan, pelaksanaan hari pertama berjalan lancar dengan tingkat kehadiran mencapai 100 persen.
Baca Juga: Wali Kota Blitar Kembali Ancang-ancang Mutasi Pejabat ASN, Termasuk Posisi Kepala OPD
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar, Dindin Alinurdin, mengatakan telah melakukan monitoring di sejumlah sekolah.
Di antaranya, SMP Negeri 5 dan di SMP Tarbiyatul Falah untuk swasta.
Baca Juga: Mengundurkan Diri dari Jabatan, Kursi Direktur PDAM Kota Blitar Kembali Kosong
“Alhamdulillah untuk hari pertama berjalan baik dan lancar. Kehadiran siswa juga 100 persen untuk sesi awal,” ujarnya kepada Koran ini kemarin (6/4).
Dia menjelaskan, secara total terdapat 2.270 siswa SMP yang mengikuti TKA untuk tahun ini.
Baca Juga: Atap Pasar Legi Kota Blitar Jebol Diterjang Angin Kencang, Pedagang Pilih Tutup Lebih Awal
Sementara untuk jenjang SD, jumlah peserta mencapai 1.993 siswa. "Totalnya ada 2 ribuan siswa yang ikut," ungkapnya.
Meski tidak bersifat wajib, jelas Dindin, hampir seluruh siswa tetap mengikuti TKA.
Hanya sebagian kecil siswa yang tidak dapat ikut karena keterbatasan tertentu.
Baca Juga: Wali Kota Blitar Kembali Ancang-ancang Mutasi Pejabat ASN, Termasuk Posisi Kepala OPD
“Ini memang tidak wajib dan tidak menentukan kelulusan. Tapi menjadi bahan evaluasi, baik untuk siswa, sekolah, maupun pemerintah,” jelasnya.
Menurut dia, TKA difokuskan pada dua mata pelajaran utama, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika, serta dilengkapi dengan survei potensi siswa.
“Walaupun hanya dua mapel, ini sudah diperhitungkan oleh pemerintah sebagai dasar evaluasi pembelajaran,” bebernya.
Dari sisi sarana dan prasarana, pelaksanaan TKA dilakukan secara mandiri oleh masing-masing sekolah.
Kebutuhan perangkat seperti komputer dan jaringan internet telah dipersiapkan, termasuk cadangan untuk mengantisipasi gangguan.
“Kami juga berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan kelistrikan aman. Sekolah juga menyiapkan genset sebagai cadangan,” terangnya.
Pada hari pertama, materi yang diujikan adalah Matematika, dilanjutkan dengan survei potensi siswa sebagai bagian dari rangkaian TKA. (bud/c1/ady)
Editor : Oksania Difa Ilmada