Waspada, Penderita GERD di Blitar Didominasi Usia Produktif

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Selasa, 7 April 2026 | 14:00 WIB
Penderita GERD Didominasi Usia Produktif dan Perempuan
Penderita GERD Didominasi Usia Produktif dan Perempuan

BLITAR KAWENTAR – Kasus gangguan asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) cukup banyak ditemukan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Penderita didominasi berasal dari usia produktif, terutama kalangan perempuan.

Baca Juga: Wali Kota Blitar Kembali Ancang-ancang Mutasi Pejabat ASN, Termasuk Posisi Kepala OPD

Gejala biasanya dibarengi dengan kepala pusing.

Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr Etha Dini Widiasi mengatakan, pasien GERD paling sering ditemui di layanan poliklinik.

Baca Juga: Mengundurkan Diri dari Jabatan, Kursi Direktur PDAM Kota Blitar Kembali Kosong

Sementara untuk kasus yang lebih berat, pasien biasanya datang ke instalasi gawat darurat (IGD) dengan keluhan yang muncul secara mendadak.

“Apalagi mereka yang sering mengalami overthinking,” ujarnya.

Baca Juga: Atap Pasar Legi Kota Blitar Jebol Diterjang Angin Kencang, Pedagang Pilih Tutup Lebih Awal

Etha melanjutkan, penderita GERD umumnya berada pada rentang usia 20 hingga 40 tahun.

Namun tidak menutup kemungkinan penyakit tersebut juga dialami oleh kelompok usia lanjut.

Baca Juga: Obral Mobil Bekas 90 Jutaan Tahun 2026: Dari Toyota Avanza "Badak" Hingga Suzuki Ertiga Mewah, Ini Daftar Unit Paling Bandel dan Relate dengan Kebutuhan Keluarga!

Etha paling sering menemui justru wanita usia produktif.

Penyebab GERD tidak bisa disederhanakan pada satu faktor saja.

Baca Juga: Cuma 50 Jutaan! Ini 5 Mobil Keluarga Bekas Mewah dan Bandel Tahun 2026 yang Jauh Lebih Nyaman Daripada Beli LCGC Baru

Penyakit ini bersifat multifaktorial dengan berbagai pemicu yang saling berkaitan.

Salah satu faktor utama adalah pola makan yang tidak teratur.

Baca Juga: Bosan Bolak-balik Bengkel? Ini 5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit 80 Jutaan Tahun Muda di Bawah 5 Tahun yang Paling Bandel dan Siap Luar Kota!

“Kebiasaan melewatkan sarapan, makan berlebihan di siang hari, hingga makan menjelang tidur atau midnight snack menjadi pemicu yang sering ditemukan. Pola makan yang tidak teratur itu sangat berpengaruh,” ungkapnya.

Selain itu, obesitas juga menjadi faktor risiko karena meningkatkan tekanan di dalam perut yang dapat memicu naiknya asam lambung.

Baca Juga: Modifikasi Honda Jazz GE8 Bergaya Hybrid, Tampilan Clean ala JDM Ini Bikin Ngiler, Ternyata Segini Rahasianya!

Faktor lain yang turut berpengaruh antara lain genetik, meski tidak selalu dominan.

Tak kalah penting, faktor psikologis seperti stres dan kecemasan juga kerap memicu kambuhnya GERD.

Baca Juga: Honda Jazz 2026 Resmi Terungkap! Desain Futuristik, Mesin Hybrid Super Irit, dan Fitur Canggih Bikin Penasaran

Kondisi tersebut biasanya berkaitan dengan tekanan pekerjaan, ujian, hingga kebiasaan overthinking.

“Stres, kurang tidur, sampai begadang itu sangat memengaruhi. Biasanya muncul bersamaan dengan pola makan yang juga ikut terganggu,” tambahnya.

Baca Juga: Bukan Kaleng-Kaleng! Honda Jazz GE8 Hybrid Full Convert Ini Bikin Melongo, Mesin hingga Interior Disulap Total

Etha juga menyebut, kebiasaan merokok serta pola tidur yang tidak teratur turut meningkatkan risiko GERD.

Karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat guna mencegah penyakit tersebut.

Baca Juga: Pasar Mobil Bekas 2026 Memanas! Ini 7 Rekomendasi Mobil Keluarga Harga 100 Jutaan yang Paling Bandel, Irit, dan Nilai Jualnya Stabil

“Semua faktor itu saling berkaitan. Jadi penting menjaga pola makan, pola tidur, dan mengelola stres agar GERD tidak mudah kambuh,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)

Editor : Muhammad Adib Falih Rifly
penderita gerd Wlingi blitar gerd