BLITAR KAWENTAR – Strategi sanitasi total menjadi langkah paling efektif dalam memutus rantai penyebaran penyakit leptospirosis pada hewan ternak.
Kebersihan lingkungan rumah dan kandang menjadi kunci utama, mengingat bakteri penyebab penyakit ini sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang kotor dan lembap.
Baca Juga: Disperindag Kabupaten Blitar Wanti-wanti Praktik Curang Takaran SPBU, Ini yang Dilakukan
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar, drh Lusia Adityaningtyas menjelaskan, upaya pencegahan harus difokuskan pada pemutusan rantai penularan dari hewan perantara, terutama tikus.
"Pengendalian populasi hama ini di area pemukiman dan peternakan menjadi hal yang mendesak," tegasnya.
Baca Juga: Sebanyak 2.270 Siswa di Kota Blitar Ikuti TKA di Hari Pertama, Begini Hasil Pantauan Dispendik
Lingkungan yang kotor serta tingginya populasi tikus merupakan faktor utama yang mempercepat penyebaran leptospirosis.
"Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus adalah langkah preventif yang tidak bisa ditawar,” jelas Lusia.
Baca Juga: Wali Kota Blitar Kembali Ancang-ancang Mutasi Pejabat ASN, Termasuk Posisi Kepala OPD
Selain menjaga kebersihan, masyarakat juga diimbau untuk selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) sederhana, seperti sepatu bot dan sarung tangan, saat harus beraktivitas di area yang berisiko seperti saluran air, sawah, atau kandang ternak.
Hal ini penting untuk menghindari kontak langsung kulit, terutama yang memiliki luka terbuka, dengan air atau tanah yang mungkin telah terkontaminasi urine hewan terinfeksi.
Baca Juga: Mengundurkan Diri dari Jabatan, Kursi Direktur PDAM Kota Blitar Kembali Kosong
“Gunakan alat pelindung saat beraktivitas di area kotor agar risiko penularan dapat ditekan sekecil mungkin. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan kolektif akan sangat membantu dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari ancaman zoonosis,” pungkasnya. (kho/c1/ynu)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly