BLITAR KAWENTAR-Siswa kelas IX SMP lagi bersemangat mengikuti tes kemampuan akademik (TKA) yang digelar hari pertama pada Senin (6/4).
Namun, masih ada sekolah yang terbatas fasilitas penunjangnya. Seperti yang dirasakan di SMPN 1 Binangun, yang harus dibagi menjadi tiga sesi pelaksanaan.
Siswa terlihat antusias dengan datang sebelum waktu pelaksanaan yang ditentukan.
Pada sekolah ini digunakan lima kelas untuk pelaksanaan TKA dan tiap kelas diisi dengan 20 komputer.
Meskipun begitu, mereka sebelumnya kekurangan komputer dan harus menyewa.
“Jadi, kami memang belum memenuhi jumlah komputer dengan jumlah siswa yang ikut, sehingga kemarin harus menyewa komputer itu ada sekitar 45 unit.
Baca Juga: Disperindag Kabupaten Blitar Wanti-wanti Praktik Curang Takaran SPBU, Ini yang Dilakukan
Walaupun itu dibiayai bantuan operasional sekolah (BOS), tapi prosesnya memakan waktu,” ujar Kepala SMPN 1 Binangun, Gunawan.
Dia melanjutkan, untuk menambah sarana dan prasarana itu, sekolah juga harus mengunggah datanya.
Baca Juga: Sebanyak 2.270 Siswa di Kota Blitar Ikuti TKA di Hari Pertama, Begini Hasil Pantauan Dispendik
Maka dari itu, pihaknya disibukkan dengan proses persiapan penyelenggaran TKA ini.
Namun, dia berharap, baik pemerintah daerah atau pemerintah pusat bisa memberi bantuan berupa komputer agar perjalanan kegiatan TKA ke depan lebih lancar.
Baca Juga: Wali Kota Blitar Kembali Ancang-ancang Mutasi Pejabat ASN, Termasuk Posisi Kepala OPD
Meskipun begitu, penyelenggaraan hari pertama di SMPN 1 Binangun berjalan lancar.
Sebab, para siswa sebelumnya sudah melakukan gladi kotor dan gladi bersih untuk persiapan TKA.
Baca Juga: Mengundurkan Diri dari Jabatan, Kursi Direktur PDAM Kota Blitar Kembali Kosong
Harapannya, siswa dapat menjawab semua soal usai adanya persiapan yang matang.
“Alhamdulillah untuk kegiatan TKA di sekolah kami aman dan lancar. Ada 275 siswa yang ikut TKA.
Baca Juga: Atap Pasar Legi Kota Blitar Jebol Diterjang Angin Kencang, Pedagang Pilih Tutup Lebih Awal
Memang persiapan itu menguras tenaga dan biaya, karena memang kendala kami untuk persiapan TKA itu adalah komputer,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan TKA ini, Gunawan mengaku jaringan di sekolahnya aman.
Sebab, dia sebelumnya telah mengirim surat kepada Telkom dan PLN. Hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas jaringan dan listrik.
Bahkan, dia berharap jangan sampai ada pemadaman hingga TKA selesai.
Terkait tingkat kesulitan soal, Gunawan belum mengetahui dan belum pernah memberikan ke siswa.
Meskipun begitu, semoga siswa-siswa bisa mengerjakan soal tersebut. Nantinya, hasil dari TKA ini menjadi evaluasi untuk sekolah agar lebih baik lagi dalam menyelenggarakan pelayanan pendidikan.
“Soal TKA, saya juga tidak tahu, dan kami juga akan evaluasi hasil ini untuk tahun ke depan.
Kurangnya apa, untuk siswa kesulitannya di mana. Tapi kalau untuk pengoperasian komputernya itu, insya Allah semua siswa sudah lancar,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda