KAWENTARAN – Sebanyak 23 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Blitar harus waspada karena berpotensi mengalami kekeringan parah tahun ini.
Potensi ini dampak fenomena El Nino ekstrem yang menyebabkan musim kemarau lebih panjang dari tahun sebelumnya.
Hal itu diketahui usai hasil pemetaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar. Maka dari itu, pihaknya sudah melakukan persiapan persediaan air bersih untuk didistribusikan ke desa-desa terdampak.
Masyarakat juga bisa mengantisipasi dengan adanya sumur di rumah untuk cadangan air.
“Pemerintah daerah telah menyiapkan langkah awal untuk mengantisipasi dampak kekeringan, salah satunya dengan dropping air bersih ke wilayah terdampak.
Untuk sementara, kami siapkan dropping air kurang lebih 80 rit,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi.
Dia melanjutkan, jumlah tersebut belum bisa mencukupi seluruh kebutuhan pada 23 desa terdampak. Sebab, kondisi El Nino ini baru diketahui pada 2026 sehingga anggaran untuk air bersih memang terbatas.
Maka dari itu, BPBD akan mengupayakan penambahan jika stok air yang disiapkan habis.
Meskipun begitu, dia akan mengupayakan untuk bantuan air.
Baik dari BPBD Jawa Timur atau dari pihak lain.
Sebab, kondisi ini darurat yang menyangkut masalah hidup masyarakat.
“Kami akan lakukan koordinasi kepada stakeholder terkait untuk penambahan distribusi air bersih.
Hal itu sudah kami lakukan beberapa tahun lalu, jika persediaan air kami tidak mencukupi,” ungkapnya.
Wahyudi menyebut desa-desa yang masuk kategori rawan kekeringan tersebar di tujuh kecamatan.
Di Kecamatan Wates meliputi Desa Tugurejo, Sukorejo, dan Purworejo. Kecamatan Binangun meliputi Sumberkembar, Salamrejo, Sukorame, Birowo, dan Sambigede.
Tidak hanya itu, di Kecamatan Panggungrejo meliputi Kaligambir, Kalitengah, Sumberagung, Serang, Balerejo, Margomulyo, dan Panggungrejo.
Lalu, untuk Kecamatan Sutojayan meliputi Desa Bacem.
Selanjutnya di Kecamatan Wonotirto meliputi Desa Ngeni, Ngadipuro, dan Wonotirto.
Kecamatan Bakung meliputi Desa Plandirejo, serta Kecamatan Kademangan meliputi Desa Dawuhan dan Panggungduwet. “Beberapa desa memang menjadi langganan kekeringan.
Untuk itu, kami mengimbau masyarakat di wilayah rawan mulai menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan selama musim kemarau berlangsung,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar