Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Pak Sulin Lebih dari Dua Dekade Seberangkan Masyarakat di Sungai Brantas dengan Perahu Penyeberangan: Saat Debit Tinggi Saya Berhenti Operasi

M. Subchan Abdullah • Rabu, 8 April 2026 | 15:00 WIB
 Di tepian Sungai Brantas itu, denyut kehidupan tak hanya mengalir bersama derasnya arus air, tetapi juga melalui jasa penyeberangan tradisional yang tetap bertahan di tengah perkembangan infrastruktur modern.
Di tepian Sungai Brantas itu, denyut kehidupan tak hanya mengalir bersama derasnya arus air, tetapi juga melalui jasa penyeberangan tradisional yang tetap bertahan di tengah perkembangan infrastruktur modern.

BLITAR KAWENTAR - Di tepian Sungai Brantas itu, denyut kehidupan tak hanya mengalir bersama derasnya arus air, tetapi juga melalui jasa penyeberangan tradisional yang tetap bertahan di tengah perkembangan infrastruktur modern.

Di antara mereka, ada sosok pria yang telah mengabdikan diri selama 25 tahun sebagai penyedia jasa penyeberangan.

Baca Juga: Perlintasan Sebidang KA di Blitar Kembali Makan Korban, Polisi Masif Patroli Tekan Kecelakaan

Setiap hari, Sulin menarik tambatan tali untuk menggerakkan perahunya, mengantarkan warga dari satu sisi sungai ke sisi seberang.

Baginya, pekerjaan ini bukan sekadar mencari nafkah, melainkan bagian dari warisan keluarga yang telah dijalani secara turun-temurun. 

Baca Juga: Tak Sabar Menunggu Bantuan, Warga Kota Blitar Pilih Pasang Mandiri Sambungan Listrik

Dia menyebut usaha penyeberangan tersebut bahkan sudah ada sejak masa kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

“Dari dulu memang sudah ada. Orang tua saya juga melakukan pekerjaan ini, jadi saya melanjutkan,” tutur pria 56 tahun ini.

Baca Juga: Waspada Ancaman Kekeringan di Blitar, BPBD Catat 23 Desa Rawan Terdampak

Di tengah hadirnya jembatan yang menghubungkan wilayah Blitar dan Tulungagung di sisi barat dan timur, jasa penyeberangan ini tetap memiliki tempat di hati sebagian masyarakat.

Bukan tanpa alasan, sejumlah pengendara memilih jalur alternatif melalui perahu karena dinilai lebih dekat dan efisien dibanding harus memutar melewati jembatan.

Baca Juga: Gebrak Inovasi Pertanahan, Inilah Daftar Pemenang Kompetisi KRISTAL Kementerian ATR BPN 2026 yang Bikin Pelayanan Makin Sat-Set!

 ”Sebagian pengendara tidak ingin menempuh jalur yang memutar, jadi penyeberangan ini digunakan sebagai pilihan,” katanya.

Fenomena ini membuat perahu Sulin tetap beroperasi setiap hari.

Baca Juga: Gebrakan ASN Muda di Kompetisi KRISTAL 2026: Intip Inovasi Sistem Ruang Maslahat dan CLEARLAND yang Revolusi Layanan Pertanahan

Dia melayani berbagai kalangan, mulai dari warga yang hendak bekerja, pelajar, hingga pengendara sepeda motor yang ingin memangkas waktu tempuh. 

Meski demikian, pekerjaan ini tidak lepas dari tantangan. 

Baca Juga: Mudah dan Cepat! Cara Urus Sertipikat Tanah di Hari Sabtu-Minggu Lewat Layanan PELATARAN, Cek Syaratnya Di Sini!

Perubahan debit air, terutama saat musim hujan, menjadi risiko tersendiri yang harus dihadapi.

Arus yang deras hingga material hanyut seperti kayu dan bambu kerap menguji kewaspadaan saat menyeberangkan penumpang.

Baca Juga: Jangan Cuma Disimpan! Begini Cara Mengurus Roya Setelah Cicilan KPR Lunas Agar Sertipikat Tanah Aman dan Sah

”Memang terkadang kami harus libur operasioanal jika debit air sedang tinggi. Hal ini karena operasional dapat membahayakan penumpang jika dipaksakan,” terangnya.

Namun, bagi Sulin, semua itu sudah menjadi bagian dari keseharian yang dijalani dengan penuh kehati-hatian.

Baca Juga: Jangan Sampai Tertipu! Kenali 7 Jenis Sertipikat Tanah di Indonesia Agar Aset Anda Aman dan Punya Kepastian Hukum Kuat

Dia memastikan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama sebelum menyeberang.

”Yang penting penumpang selamat sampai tujuan. Kami juga sudah menyedikan perlengkapan keamanan,” ujarnya.

Baca Juga: Jangan Sampai Jadi Sengketa! Segera Mutakhirkan Data Sertipikat Tanah Anda di Kantor BPN Saat Libur Lebaran, Proses Cepat dan Aset Jadi Lebih Aman!

Keberadaan jasa penyeberangan ini menjadi bukti bahwa, di tengah kemajuan zaman, moda transportasi tradisional masih memiliki peran penting.

Selain menjadi alternatif mobilitas, keberadaannya juga menjaga denyut ekonomi masyarakat di sekitar bantaran sungai.

Baca Juga: Mudik Sambil Urus Sertifikat! Cek Daftar 11 Kantor BPN yang Buka Layanan Pertanahan Jawa Barat Selama Libur Lebaran, Urusan Tanah Beres Sambil Silaturahmi!

Di tangan Sulin, perahu penyeberangan itu bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol ketekunan dan keberlanjutan tradisi.

Sebuah pengingat bahwa di balik derasnya arus modernisasi masih ada kisah-kisah sederhana yang tetap bertahan dan mengalir bersama waktu.(*/c1/sub)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#Penyeberangan Tradisional #Transportasi Sungai #Mobilitas Warga #sungai brantas #jasa penyeberangan