BLITAR KAWENTAR- Penanganan darurat terpaksa dilakukan pada atap Pasar Legi yang rusak akibat diterpa hujan-angin beberapa waktu lalu.
Salah satunya dengan memasang terpal di titik yang rusak, khususnya lokasi yang ditempati pedagang.
Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi air hujan agar tidak langsung mengenai area pedagang berjualan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Parminto menjelaskan, pemasangan terpal ini merupakan bagian dari pemeliharaan dan penanganan sementara sambil menunggu rencana revitalisasi pasar dilakukan.
“Hari ini dilakukan pemasangan terpal agar air hujan tidak turun dan mengenai area yang digunakan pedagang. Kita arahkan alirannya ke lantai dua supaya lebih mudah dibersihkan,” jelasnya kepada Koran ini kemarin (7/4).
Dia menyebutkan, kondisi atap yang menggunakan kombinasi galvalum dan material fiber plastik menjadi salah satu faktor perlunya penanganan sementara tersebut.
Karena, bahan-bahan tersebut memang kurang kuat dan rapuh. “Di sela galvalum itu ada fiber plastik. Material ini memang tidak cukup kuat. Ini dilakukan sebagai bagian antisipasi sementara dulu,” tegasnya.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan pengelola pasar, terang Parminto, terdapat kurang lebih 10 titik di bagian atap dengan material fiber yang terlepas.
Untuk itu, pemasangan terpal difokuskan pada titik-titik yang lubang tersebut. “Kurang lebih memang ada 10 titik yang terdampak dan sekarang kita lokalisir penanganannya,” tambahnya.
Proses pemasangan fiber ini ditargetkan dapat selesai dalam waktu satu hingga tiga hari ke depan tergantung kondisi di lapangan.
Sementara itu, perbaikan secara menyeluruh akan masuk dalam rencana revitalisasi Pasar Legi yang saat ini masih dalam tahap perencanaan.
“Ini sifatnya sementara, karena ke depan sudah masuk dalam rencana revitalisasi pasar yang sedang dikoordinasikan,” pungkasnya. (bud/c1/ady)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda