BLITAR KAWENTAR - Puluhan juta rupiah besaran nilai barang yang tertinggal di stasiun dan kereta selama masa angkutan Lebaran.
Sejumlah barang yang tertinggal itu telah dikembalikan kepada pemiliknya.
Daop 7 Madiun mencatat selama 22 hari masa angkutan Lebarang telah mengamankan barang tertinggal milik penumpang kereta api dengan estimasi nilai total sekitar Rp 83 juta.
Barang yang tertinggal berupa jenis makanan, barang biasa dan barang berharga.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Mobil Bekas 80 Jutaan Terbaik: Siap Pakai, Bandel, dan Minim Drama untuk Pemula
“Barang temuan itu selanjutnya kami masukkan ke sistem basis data Lost and Found KAI. Penumpang yang merasa kehilangan barang dapat langsung melaporkannya kepada petugas di stasiun maupun melalui Contact Center KAI 121, agar dapat segera ditindaklanjuti,” kata Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari.
Untuk mencegah terjadinya kehilangan barang, petugas announcer secara rutin memberikan imbauan kepada penumpang agar selalu memperhatikan barang bawaannya.
Baca Juga: Promo Daihatsu Ayla 2025: Cicilan Murah Mulai 1 Jutaan, Cek Spesifikasi dan Diskon Gede Awal Tahun!
Baik itu saat berada di stasiun maupun di atas kereta.
”Meski barang bawaan adalah tanggung jawab pribadi masing-masing penumpang, kami tetap membantu mengamankan dan mengembalikan barang-barang yang tertinggal,” ungkapnya.
Baca Juga: Promo Daihatsu Ayla 2025: Cicilan Murah Mulai 1 Jutaan, Cek Spesifikasi dan Diskon Gede Awal Tahun!
Sepanjang periode masa Angkutan Lebaran tersebut, KAI telah mengamankan barang milik penumpang yang tertinggal di kereta maupun di stasiun sebanyak 119.
Temuan tersebut terdiri dari jenis makanan sebanyak 17 temuan.
Kemudian lainnya berupa sepatu, tas ransel dan selempang, dompet, helm, totebag, uang tunai hingga perhiasan emas.
Total estimasi semua barang mencapai sekitar Rp 83 juta.
”Lewat layanan Lost and Found kami ingin menciptakan ekosistem transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya penumpang,” pungkasnya.(bud/sub)
Editor : Oksania Difa Ilmada