Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tips Influencer Cegah Dampak Buruk Fenomena Flexing Kesuksesan di Medsos di Usia Muda

Fajar Rahmad Ali Wardana • Kamis, 9 April 2026 | 14:45 WIB
Fenomena quarter life crisis (QLC) kerap dialami kalangan anak muda yang tengah memasuki fase pencarian jati diri
Fenomena quarter life crisis (QLC) kerap dialami kalangan anak muda yang tengah memasuki fase pencarian jati diri

BLITAR KAWENTAR - Fenomena quarter life crisis (QLC) kerap dialami kalangan anak muda yang tengah memasuki fase pencarian jati diri.

Kondisi ini dinilai sebagai hal yang wajar asalkan disikapi dengan cara yang tepat. 

Baca Juga: Xpander vs Ertiga vs Veloz 2026: Adu Nyaman LMPV Terlaris, Siapa Pemenang Suspensi dan Akomodasi Paling Lega?

Menurut Shereen Putri Aurelia, QLC merupakan bagian dari proses kehidupan yang hampir dialami setiap individu.

“Saya yakin QLC adalah fase yang normal terjadi bagi siapa pun. Hanya saja, setiap individu punya cara masing-masing dalam menjalaninya,” ujar influencer muda ini.

Baca Juga: Perbedaan SUV dan MPV yang Sering Disalahpahami: Ini Fakta Penting yang Wajib Diketahui Sebelum Beli Mobil!

Shereen mengaku menghadapi fase tersebut dengan belajar menerima keadaan dan lebih mengenal diri sendiri.

Dengan memahami potensi diri, seseorang dinilai dapat lebih fokus pada pengembangan diri tanpa harus membandingkan dengan orang lain.

Baca Juga: Xpander vs Ertiga vs Veloz 2026: Adu Nyaman LMPV Terlaris, Siapa Pemenang Suspensi dan Akomodasi Paling Lega?

Dia menilai kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain justru menjadi salah satu faktor yang memperberat fase QLC.

Karena itu, dia mengajak generasi muda untuk mulai mengurangi kebiasaan tersebut.

Baca Juga: Xpander vs Ertiga, Mana Lebih Nyaman untuk Mudik? Adu Lega Kabin 7 Penumpang hingga Rahasia "Lantai Ajaib" di Bagasi!

”Tips untuk menghadapi masa sulit yakni dengan membangun pondasi diri yang kuat. Saya punya konsep “3M” yaitu menerima, mengoreksi, dan memperbaiki diri,” ungkapnya.

Dia mengaku pernah berada di titik terendah dalam hidup.

Baca Juga: Ancaman Penyakit Zoonosis Jangan Dianggap Remeh, Peternak Blitar Harus Peka Deteksi Dini Pencegahan

Namun, kondisi tersebut dapat dilalui dengan mengontrol pikiran dan tidak larut dalam rasa kasihan terhadap diri sendiri.

Dalam proses tersebut, dukungan dari lingkungan seperti keluarga dan sahabat juga memiliki peran penting. 

Baca Juga: Ancaman Penyakit Zoonosis Jangan Dianggap Remeh, Peternak Blitar Harus Peka Deteksi Dini Pencegahan

Shereen berpesan agar generasi muda tidak menyerah menghadapi fase QLC.

“Ini bukan akhir, tapi awal perjalanan hidup yang lebih besar. Lewati badainya, jemput pelanginya,” pungkasnya.(jar/c1/sub)

Editor : Muhammad Adib Falih Rifly
#quarter life crisis #anak muda #influencer #Gen Z