Blitar - Tes kemampuan akademik (TKA) sudah berjalan empat hari bagi siswa SMP kelas IX di Kabupaten Blitar. Bupati bersma Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Blitar melakukan monitoring ke tiga sekolah, Kamis (9/4). Yakni SMPN 1 Kanigoro, SMPN 1 Wlingi, dan SMPN 2 Wlingi, yang dinilai tertib dan berjalan lancar. Namun ada beberapa temuan terkait kendala TKA yang dicatat Dispendik di sekolah lain.
Kepala Dispendik Kabupaten Blitar Agus Santosa mengatakan selama pelaksanaan TKA ini terus melakukan monitoring. Pada SMPN 1 Kanigoro ada 315 peserta, SMPN 1 Wlingi juga terdapat 315 peserta, sedangkan SMPN 2 Wlingi 307 murid yang ikut tes tersebut . Syukurnya, tidak ada yang absen dalam tes yang berlangsung selama dua hari ini.
Meskipun begitu pada sekolah lain, Dispendik menemukan kendala teknis, seperti server yang sempat mengalami macet, kemudian cepat diatasi petugas. Tidak hanya itu, beberapa pelajar mengalami komputer yang loading hingga menghambat pengerjaan tes.
“Selain kendala teknis, ada beberapa murid yang terpaksa harus dijemput untuk mengikut TKA di sekolahnya. Hal itu karena motivasinya untuk mengikuti tes ini rendah, dan pihak sekolah menjemput ke rumah murid tersebut,” ujarnya saat monitoring di SMPN 2 Wlingi, kemarin (9/4).
Baca Juga: 8 Mobil Bekas Terbaik 2026 yang Masih Layak Dibeli, Murah, Bandel dan Cocok untuk Pemula!
Dia juga menerima laporan dari satu sekolah terkait murid yang harus dijemput untuk mengikuti TKA ini. Wali kelasnya langsung menghampiri ke rumah untuk memotivasi hingga yang bersangkutan bisa ikut tes. Sebab, hal itu merupakan langkah penting untuk kelanjutan masa depannya.
Diluar peristiwa itu, tidak ada kendala berat yang dirasakan oleh pihak sekolah dalam pelaksanaan TKA. Apalagi, banyak murid yang sudah familiar dengan komputer dan tiap sekolah memiliki laboratorium untuk penunjang fasilitasnya sehingga sudah lancar dalam penggunaan pirantinya.
“Namun yang jadi masalah dalam persiapan TKA, ada beberapa sekolah yang harus sewa dan pinjam komputer kepada pihak ketiga untuk memenuhi kuota murid yang mengikuti tes ini,” ungkapnya.
TKA ini memang tidak wajib untuk diikuti oleh murid. Namun, Agus menjelaskan bahwa tes ini bisa menjadi nilai dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) SMA/SMK. Tentu peserta yang nilainya bagus, peluangnya besar diterima di sekolah yang diinginkan.
Agus menambahkan, banyak pihak yang ingin TKA ini statusnya menjadi wajib karena dinilai seperti pengganti ujian nasional (UN). Selain itu, ada juga yang menanyakan terkait penambahan mata pelajaran. Sebab, kini TKA hanya matematika dan bahasa Indonesia saja yang diujikan. “ Kami harap ke depan ada peningkatan dalam pelaksanaan TKA,” tuturnya.
Kepala Sekolah SMPN 1 Wlingi, Nanik Bhirawati mengaku pelaksanaan TKA di sekolah berlangsung lancar tanpa kendala. Dia mengaku tes tersebut berlangsung tiga gelombang, karena peserta yang mengikuti cukup banyak. " Alhamdulilah tidak ada kendala jaringan internet. Semoga kedepannya, hingga 16 April tidak ada masal," kata Nanik.
Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto mengapresiasi pelaksanaan TKA yang dinilai lancar ketika melakukan monitoring di tiga sekolah. Yakni, SMPN 1 Kanigoro, SMPN 1 Wlingi, dan SMPN 2 Wlingi, yang berjalan dengan tertib. “ Saya sempat tanya kepada ketiga kepala sekolah. Semua peserta TKA masuk dan berjalan baik. Harapan kami, dengan sistem ini, kualitas pendidikan di Kabupaten Blitar bisa semakin baik,” pungkasnya.
Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana