BLITAR KAWENTAR – Dampak kenaikan harga plastik mulai dirasakan toko material bangunan dalam beberapa hari terakhir.
Bahkan, lonjakan harga pada beberapa komoditas tertentu disebut cukup signifikan, terutama pasca-Lebaran 2026.
Owner Toko Graha Bangunan, Daniel Lim mengungkapkan, kenaikan harga tidak hanya dipicu oleh kabar kenaikan bahan bakar minyak (BBM), tetapi lebih kompleks.
Terutama dari sisi bahan baku seperti plastik dan komponen impor.
“Kalau cat berbahan dasar air kenaikannya sekitar 10 sampai 20 persen. Sementara cat berbahan minyak bisa naik sampai 20 hingga 40 persen karena bahan bakunya impor,” ujar Daniel.
Dia melanjutkan, kenaikan harga bahan bangunan tersebut juga dipengaruhi oleh penggunaan kemasan berbahan plastik yang ikut mengalami lonjakan harga.
Baca Juga: Harga Honda Jazz 2026 Terungkap! Hatchback Stylish dengan Fitur Modern dan Kabin Luas Ini..
Dampaknya, harga produk turunan seperti cat ikut terdorong naik.
Selain cat, sejumlah material lain seperti sanitary, pintu kamar mandi, atap, hingga granit juga mengalami lonjakan harga meski tidak setinggi cat.
Rata-rata kenaikan berada di kisaran 5 hingga 10 persen.
Daniel menyebut, faktor lain yang turut memengaruhi harga adalah distribusi dan kebijakan impor.
Sebab, proses masuknya barang dari luar negeri kini lebih ketat, termasuk untuk produk keramik dan granit dari India.
“Tidak hanya bahan baku, tapi juga pengiriman dan regulasi impor yang lebih ketat membuat harga ikut terdorong naik. Meskipun begitu, kenaikan harga sebenarnya sudah terjadi sejak awal tahun, namun mengalami lonjakan lebih signifikan setelah Lebaran,” ungkapnya.
Kondisi itu ditandai dengan beberapa produk mengalami kenaikan di atas rata-rata tahunan yang biasanya hanya berkisar 2 hingga 5 persen.
Sekarang bisa sampai puluhan persen dan hal ini cukup terasa bagi konsumen.
Menyikapi kondisi tersebut, dia berupaya menjaga daya beli konsumen.
Salah satu caranya dengan memperbanyak promo serta memberikan edukasi terkait penyebab kenaikan harga.
Tujuannya agar konsumen tidak kehilangan kepercayaan pada pelayanan tokonya.
“Kami jelaskan ke pelanggan bahwa kenaikan ini bukan semata-mata untuk keuntungan, tapi karena faktor eksternal yang tidak bisa kami kendalikan,” pungkasnya. (jar/c1/ady)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda