Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ancaman Inflasi, Harga Material Bangunan di Blitar Mulai Terkerek Naik Signifikan

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 10 April 2026 | 13:00 WIB
Dampak kenaikan harga plastik mulai dirasakan toko material bangunan dalam beberapa hari terakhir.
Dampak kenaikan harga plastik mulai dirasakan toko material bangunan dalam beberapa hari terakhir.

BLITAR KAWENTAR – Dampak kenaikan harga plastik mulai dirasakan toko material bangunan dalam beberapa hari terakhir.

Bahkan, lonjakan harga pada beberapa komoditas tertentu disebut cukup signifikan, terutama pasca-Lebaran 2026.

Baca Juga: Honda Jazz 2026 Resmi Jadi Sorotan! Hatchback Stylish dengan Kabin Super Fleksibel dan Fitur Honda Sensing Dibanderol Mulai Rp360 Juta

Owner Toko Graha Bangunan, Daniel Lim mengungkapkan, kenaikan harga tidak hanya dipicu oleh kabar  kenaikan bahan bakar minyak (BBM), tetapi lebih kompleks.

Terutama dari sisi bahan baku seperti plastik dan komponen impor.

Baca Juga: Pemerintah Siap Pasang Badan! Simak Komitmen ATR/BPN Permudah Legalitas Tanah Kebun Pangan Perempuan Demi Ketahanan Pangan Lokal!

“Kalau cat berbahan dasar air kenaikannya sekitar 10 sampai 20 persen. Sementara cat berbahan minyak bisa naik sampai 20 hingga 40 persen karena bahan bakunya impor,” ujar Daniel.

Dia melanjutkan, kenaikan harga bahan bangunan tersebut juga dipengaruhi oleh penggunaan kemasan berbahan plastik yang ikut mengalami lonjakan harga.

Baca Juga: Harga Honda Jazz 2026 Terungkap! Hatchback Stylish dengan Fitur Modern dan Kabin Luas Ini..

Dampaknya, harga produk turunan seperti cat ikut terdorong naik.

Selain cat, sejumlah material lain seperti sanitary, pintu kamar mandi, atap, hingga granit juga mengalami lonjakan harga meski tidak setinggi cat.

Baca Juga: Harga Honda Jazz 2026 Terungkap! Hatchback Stylish dengan Fitur Modern dan Kabin Luas Ini Dibanderol Mulai Rp350 Juta

Rata-rata kenaikan berada di kisaran 5 hingga 10 persen.

Daniel menyebut, faktor lain yang turut memengaruhi harga adalah distribusi dan kebijakan impor.

Baca Juga: Wamen ATR/BPN Tegaskan Pentingnya Integritas Profesi Penilai di Acara MAPPI: Awas Penyalahgunaan Wewenang Bisa Merusak Ekonomi Nasional!

Sebab, proses masuknya barang dari luar negeri kini lebih ketat, termasuk untuk produk keramik dan granit dari India. 

“Tidak hanya bahan baku, tapi juga pengiriman dan regulasi impor yang lebih ketat membuat harga ikut terdorong naik. Meskipun begitu, kenaikan harga sebenarnya sudah terjadi sejak awal tahun, namun mengalami lonjakan lebih signifikan setelah Lebaran,” ungkapnya.

Baca Juga: Wamen ATR/BPN Tegaskan Pentingnya Integritas Profesi Penilai di Acara MAPPI: Awas Penyalahgunaan Wewenang Bisa Merusak Ekonomi Nasional!

Kondisi itu ditandai dengan beberapa produk mengalami kenaikan di atas rata-rata tahunan yang biasanya hanya berkisar 2 hingga 5 persen. 

Sekarang bisa sampai puluhan persen dan hal ini cukup terasa bagi konsumen.

Baca Juga: Bisa Jadi Hak Milik! Ini Syarat Lengkap dan Cara Ubah HGB ke SHM Ruko 2026, Pemilik Properti Wajib Tahu Agar Aset Aman Selamanya!

Menyikapi kondisi tersebut, dia berupaya menjaga daya beli konsumen. 

Salah satu caranya dengan memperbanyak promo serta memberikan edukasi terkait penyebab kenaikan harga.

Baca Juga: Honda Jazz 2026 Facelift Resmi Meluncur, Desain Makin Futuristik dengan Harga Mulai Rp162 Jutaan, Hatchback Legendaris Bangkit Lagi!

Tujuannya agar konsumen tidak kehilangan kepercayaan pada pelayanan tokonya. 

“Kami jelaskan ke pelanggan bahwa kenaikan ini bukan semata-mata untuk keuntungan, tapi karena faktor eksternal yang tidak bisa kami kendalikan,” pungkasnya. (jar/c1/ady)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#harga plastik #material bangunan #kenaikan harga #material #inflasi