
BLITAR KAWENTAR – Memasuki transisi musim yang tidak menentu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar menghadapi tantangan besar terkait pemeliharaan infrastruktur jalan dan fasilitas pelengkapnya.
Kondisi cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah Blitar dalam beberapa pekan terakhir memicu lonjakan aduan masyarakat terkait kerusakan sarana prasarana jalan, mulai dari penerangan jalan umum (PJU) yang padam hingga kerusakan fisik jalan di jalur-jalur strategis.
Curah hujan tinggi yang disertai angin kencang disinyalir menjadi faktor utama yang mempercepat degradasi material dan gangguan instalasi kelistrikan di lapangan.
Kepala Bidang Perlengkapan Jalan Dishub Kabupaten Blitar, Kurniawan Wibowo, mengakui bahwa intensitas keluhan yang masuk melalui kanal pengaduan resmi mengalami kenaikan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Tantangan cuaca ini membuat tim teknis harus bekerja ekstra keras di tengah risiko medan yang licin dan potensi gangguan cuaca saat proses perbaikan.
Baca Juga: Honda Jazz 2026 Resmi Rilis, Desain Baru Lebih Modern dengan Harga Mulai Rp162 Jutaan Bikin Penasaran
Sejak Januari hingga Maret 2026, sudah ada 214 laporan yang masuk.
Secara lebih rinci terdapat 56 laporan pada bulan Januari, 90 laporan pada bulan Februari, dan 68 laporan pada bulan Maret.
"Kami menerima banyak laporan mengenai titik-titik lampu yang mengalami kerusakan akibat korsleting listrik maupun faktor eksternal seperti pohon tumbang yang mengenai kabel jaringan," ungkapnya.
Baca Juga: Dishub Imbau Para Orang Tua di Blitar Ajak Anak ke Sekolah Manfaatkan Transportasi Umum
Menanggapi fenomena tersebut, dishub tidak hanya mengandalkan laporan pasif dari warga, tetapi juga mengintensifkan patroli mandiri secara berkala.
"Pemetaan prioritas dilakukan pada jalur-jalur padat kendaraan dan area yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan tinggi atau menganggu keselamatan," ujarnya.
Fokus utama perbaikan saat ini diarahkan untuk memastikan keamanan pengguna jalan tetap terjaga meskipun cuaca sedang tidak bersahabat.
Baca Juga: Honda Jazz 2026 Bikin Heboh! Desain Naik Kelas, Harga Disebut Setara LCGC, Benarkah?
Selain itu, dishub terus berupaya melakukan percepatan respons terhadap setiap aduan guna meminimalisasi risiko kecelakaan lalu lintas akibat minimnya penerangan atau kerusakan rambu.
Masyarakat diimbau untuk tetap bersabar dan terus aktif melaporkan temuan kerusakan di lingkungannya agar dapat segera masuk dalam daftar penanganan teknis.
Sinergi antara partisipasi warga dan respons cepat petugas di lapangan menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas infrastruktur publik di Kabupaten Blitar agar tetap fungsional dan aman bagi mobilitas ekonomi masyarakat, meskipun di tengah kepungan tantangan cuaca yang fluktuatif.(kho/c1/sub)