BLITAR KAWENTAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) seiring memasuki musim kemarau.
Kondisi udara yang kering dan meningkatnya polusi debu menjadi media utama penyebaran virus dan iritasi saluran pernapasan yang perlu diantisipasi secara dini.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto menjelaskan, ISPA merupakan penyakit yang paling rawan muncul saat kemarau.
Karakteristik udara yang kering memudahkan debu dan polutan beterbangan, kemudian mengiritasi hidung hingga tenggorokanBaca Juga: Honda Jazz 2026 Resmi Muncul! Desain Futuristik, Mesin Hybrid Super Irit, dan Fitur Canggih Bikin Penasaran
"Udara kering dan debu yang meningkat di musim kemarau meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas seperti batuk, pilek, hingga radang tenggorokan. Bagi penderita asma, kondisi ini jauh lebih berisiko karena dapat memicu sesak napas," ujarnya.
Selain faktor lingkungan, angin kencang yang sering terjadi saat kemarau juga mempercepat penyebaran virus di ruang publik.
Baca Juga: Honda Jazz 2026 Resmi Dibahas, Desain Makin Sporty dan Varian Hybrid e:HEV Bikin Penasaran!
"Paparan debu yang terus-menerus tanpa proteksi dapat menurunkan daya tahan lokal pada saluran pernapasan, sehingga kuman lebih mudah masuk ke dalam sistem tubuh," jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Anggit mengimbau masyarakat untuk kembali mendisiplinkan penggunaan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan atau berkendara.
"Kami sangat menyarankan penggunaan masker untuk melindungi diri dari paparan debu. Selain itu, menjaga daya tahan tubuh dengan banyak minum air putih dan konsumsi makanan bergizi sangat penting agar tubuh tidak mudah tumbang akibat cuaca ekstrem ini," tandasnya.
Sekedar diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau tahun ini berlangsung dengan waktu lebih panjang. Bahkan lebih panjang sejak tiga dekade terakhir. Maka itu, masyarakat diminta untuk lebih waspada dalam menghadapi kemarau panjang tahun ini.(kho/c1/sub)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly