BLITAR KAWENTAR – Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya pertanian secara bijak.
Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga keberlangsungan produksi pangan, terutama di tengah potensi berkurangnya ketersediaan air di sektor pertanian.
Baca Juga: Pemkab Blitar Segera Cairkan Gaji ke-13 ASN, BPKAD: Kemungkinan Cair Juni
Kepala DKPP Kabupaten Blitar, Setyana, menegaskan bahwa petani menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi pangan.
Menurutnya, langkah sederhana namun konsisten dapat dilakukan sejak dini untuk menghadapi kondisi musim kering.
Baca Juga: 3 Rekomendasi City Car Bekas Terbaik untuk Mobil Pertama, Mana yang Paling Irit dan Kencang?
”Salah satu yang ditekankan adalah pengelolaan air secara efisien di lahan pertanian," jelasnya.
Dia menjelaskan, petani dapat memanfaatkan sistem pengairan hemat air, seperti metode penggenangan berselang pada tanaman padi.
"Selain itu, pembuatan saluran kecil atau tampungan air sederhana di area lahan juga dapat membantu menjaga ketersediaan air saat curah hujan mulai berkurang," katanya.
Tidak hanya itu, penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kekeringan juga menjadi salah satu strategi yang dianjurkan.
Dengan memilih benih yang adaptif terhadap keterbatasan air, petani diharapkan tetap dapat menjaga produktivitas meski menghadapi tantangan iklim.
Setyana juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan tanah sebagai faktor pendukung utama.
Tanah yang sehat memiliki kemampuan menyimpan air lebih lama sehingga dapat membantu tanaman bertahan di tengah kondisi minim air.
"Penambahan bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang menjadi salah satu langkah yang disarankan untuk meningkatkan kualitas tanah," ungkapnya.
Dia menambahkan, upaya menjaga air dan tanah tidak hanya berdampak pada hasil panen saat ini, tetapi juga berpengaruh terhadap keberlanjutan sektor pertanian di masa mendatang.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan petani dinilai penting agar langkah-langkah antisipatif ini dapat berjalan optimal.
“Pengelolaan air dan tanah harus dilakukan bersama-sama. Dengan langkah sederhana yang dilakukan sejak sekarang, kita bisa memastikan produksi pangan tetap terjaga,” tutupnya.(kho/c1/sub)
Editor : Oksania Difa Ilmada