Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Petani di Blitar Diiminta Siapkan Sejumlah Skenario agar Sumber Air agar tak Kekeringan

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 14 April 2026 | 11:55 WIB
‎AKHMAD NUR KHOIRI/RADAR PENATARAN - ‎MUSIM TANAM: Petani diminta untuk menjaga ketersediaan air di tengah ancaman musim kemarau panjang.
‎AKHMAD NUR KHOIRI/RADAR PENATARAN - ‎MUSIM TANAM: Petani diminta untuk menjaga ketersediaan air di tengah ancaman musim kemarau panjang.

 

BLITAR KAWENTAR – Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya pertanian secara bijak.

Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga keberlangsungan produksi pangan, terutama di tengah potensi berkurangnya ketersediaan air di sektor pertanian.

Baca Juga: ⁠Pemkab Blitar Segera Cairkan Gaji ke-13 ASN, BPKAD: Kemungkinan Cair Juni

‎Kepala DKPP Kabupaten Blitar, Setyana, menegaskan bahwa petani menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi pangan.

Menurutnya, langkah sederhana namun konsisten dapat dilakukan sejak dini untuk menghadapi kondisi musim kering.

Baca Juga: 3 Rekomendasi City Car Bekas Terbaik untuk Mobil Pertama, Mana yang Paling Irit dan Kencang?

”Salah satu yang ditekankan adalah pengelolaan air secara efisien di lahan pertanian," jelasnya.

Dia menjelaskan, petani dapat memanfaatkan sistem pengairan hemat air, seperti metode penggenangan berselang pada tanaman padi.

Baca Juga: Daftar 7 Mobil Bekas Murah Mulai Rp 20 Jutaan di Blitar: Ada Toyota Starlet hingga Isuzu Panther yang Paling Dicari!

"Selain itu, pembuatan saluran kecil atau tampungan air sederhana di area lahan juga dapat membantu menjaga ketersediaan air saat curah hujan mulai berkurang," katanya.

‎Tidak hanya itu, penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kekeringan juga menjadi salah satu strategi yang dianjurkan.

Baca Juga: Daftar 7 Mobil Bekas Murah Mulai Rp 20 Jutaan di Blitar: Ada Toyota Starlet hingga Isuzu Panther yang Paling Dicari!

Dengan memilih benih yang adaptif terhadap keterbatasan air, petani diharapkan tetap dapat menjaga produktivitas meski menghadapi tantangan iklim.

‎Setyana juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan tanah sebagai faktor pendukung utama.

Baca Juga: Gak Perlu Kredit LCGC! Ini 5 Rekomendasi Mobil Seharga Motor yang Mewah dan Bandel, Ada yang Cuma Rp17 Juta!

 Tanah yang sehat memiliki kemampuan menyimpan air lebih lama sehingga dapat membantu tanaman bertahan di tengah kondisi minim air.

"Penambahan bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang menjadi salah satu langkah yang disarankan untuk meningkatkan kualitas tanah," ungkapnya.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Anti Boncos, Mesin Bandel dan Irit BBM yang Cocok untuk Warga Blitar

Dia menambahkan, upaya menjaga air dan tanah tidak hanya berdampak pada hasil panen saat ini, tetapi juga berpengaruh terhadap keberlanjutan sektor pertanian di masa mendatang.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan petani dinilai penting agar langkah-langkah antisipatif ini dapat berjalan optimal.

Baca Juga: 3 SUV Bekas Murah Irit BBM di Bawah Rp200 Juta, Fitur Modern dan Perawatan Terjangkau, Mana Paling Worth It?

“Pengelolaan air dan tanah harus dilakukan bersama-sama. Dengan langkah sederhana yang dilakukan sejak sekarang, kita bisa memastikan produksi pangan tetap terjaga,” tutupnya.(kho/c1/sub)

Editor : Oksania Difa Ilmada
#DKKP Blitar #DKKP Kab Blitar #musim tanam #Pemkab Blitar #pertanian