Pentingnya Peran Orang Tua Kontrol Anak Ketika Diberi Gawai, Ini yang Harus Dilakukan

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 12:04 WIB
Di tengah maraknya penggunaan gadget pada anak, peran orang tua kini semakin krusial. 
Di tengah maraknya penggunaan gadget pada anak, peran orang tua kini semakin krusial. 

BLITAR KAWENTAR-Di tengah maraknya penggunaan gadget pada anak, peran orang tua kini semakin krusial. 

Kebijakan pembatasan usia pengguna media sosial (medsos) bagi anak di bawah umur pun tak sekadar menjadi aturan formal, tetapi juga momentum bagi keluarga untuk memperbaiki pola asuh di era digital.

Baca Juga: ⁠Pemkab Blitar Segera Cairkan Gaji ke-13 ASN, BPKAD: Kemungkinan Cair Juni

Kepala DP3AP2KB Kota Blitar, Mujianto, menegaskan bahwa pembatasan akses gadget bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga bagian penting dari parenting di rumah.

Orang tua dituntut lebih aktif dalam mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital.

Baca Juga: 3 Rekomendasi City Car Bekas Terbaik untuk Mobil Pertama, Mana yang Paling Irit dan Kencang?

Menurutnya, penggunaan gadget pada anak sebenarnya tidak sepenuhnya salah.

Namun, tanpa kontrol yang tepat, hal tersebut bisa berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak.

Baca Juga: Daftar 7 Mobil Bekas Murah Mulai Rp 20 Jutaan di Blitar: Ada Toyota Starlet hingga Isuzu Panther yang Paling Dicari!

Mulai dari gangguan konsentrasi, kecanduan, hingga paparan konten yang tidak sesuai usia.

Karena itu, orang tua perlu menerapkan batasan yang jelas.

Baca Juga: Gak Perlu Kredit LCGC! Ini 5 Rekomendasi Mobil Seharga Motor yang Mewah dan Bandel, Ada yang Cuma Rp17 Juta!

Tidak hanya soal durasi penggunaan, tetapi juga jenis konten yang boleh diakses anak.

Pendampingan menjadi kunci utama agar anak tetap mendapatkan manfaat positif dari teknologi tanpa terpapar risiko berlebihan.

Baca Juga: Mending Beli Mobil Bekas atau Baru? Simak Tips Cerdas Pilih Kendaraan Pertama Agar Kantong Tidak Jebol dan Tetap Gaya!

“Orang tua tidak bisa hanya memberikan gadget, lalu membiarkan anak mengakses sendiri. Harus ada kontrol dan pendampingan,” tegas Mujianto.

Sebagai upaya mendukung hal tersebut, DP3AP2KB Kota Blitar terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui kader keluarga berencana (KB).

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Bekas 30 Jutaan 2025: Intip 3 Sedan dan Hatchback Ikonik yang Masih Gagah dan Irit Bensin!

Lewat program bina keluarga balita (BKB) dan bina keluarga remaja, para orang tua diberikan pemahaman tentang pola asuh yang tepat di era digital.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan BKB Kit, yakni alat permainan edukatif yang bisa menjadi alternatif kegiatan anak di rumah.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Bekas 30 Jutaan 2025: Intip 3 Sedan dan Hatchback Ikonik yang Masih Gagah dan Irit Bensin!

Kehadiran media ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget, sekaligus membantu proses tumbuh kembang secara optimal.

Fenomena saat ini menunjukkan bahwa banyak orang tua menjadikan gadget sebagai “pengasuh instan” bagi anak, bahkan sejak usia balita.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Bekas 30 Jutaan 2025: Intip 3 Sedan dan Hatchback Ikonik yang Masih Gagah dan Irit Bensin!

Padahal, jika digunakan secara berlebihan, hal ini bisa menghambat perkembangan sosial dan emosional anak.

Karena itu, orang tua disarankan untuk mulai membangun kebiasaan sehat dalam penggunaan gadget.

Baca Juga: Daftar 7 Mobil Bekas Murah 20 Jutaan yang Paling Dicari, Irit dan Bandel Cocok untuk Harian!

Misalnya dengan membuat jadwal penggunaan, mengajak anak bermain secara langsung, serta memilihkan konten edukatif yang sesuai usia.

Dengan pendampingan yang tepat, gadget tidak lagi menjadi ancaman, melainkan bisa menjadi sarana belajar yang bermanfaat. (sub/ady)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
kontrol gadget anak anak dibawah umur pola asuh peran orang tua gadget