Blitar Berprestasi Lewat Bening Setia Magani Putri Pelajar Jatim 2026, Setia Lestarikan Budaya lewat Edukasi-Konten

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 12:25 WIB
Usaha Maksimal : Duta Pelajar Jawa Timur, Bening Setia Magani saat berpose di depan koridor SMPN 1 Wlingi.
Usaha Maksimal : Duta Pelajar Jawa Timur, Bening Setia Magani saat berpose di depan koridor SMPN 1 Wlingi.
 

Blitar - Ada sosok manis yang menarik perhatian saat Bupati Blitar Rijanto melakukan monitoring tes kemampuan akademik (TKA) di SMPN 1 Wlingi beberapa waktu lalu. Siswi yang menemani kepala sekolah Nanik Bhirawati dengan memakai selempang Puteri Pelajar Indonesia Jawa Timur 2026, adalah Bening Setia Magani.

Siswi kelas IX SMPN 1 Wlingi ini memang sukses menyandang gelar ajang pageant pelajar itu. Di balik capaiannya, tersimpan perjalanan panjang penuh proses, kerja keras, serta komitmen menjaga budaya di kalangan generasi muda.

“Waktu itu saya ikut kegiatan road show Putra-Putri Pelajar Jawa Timur di Kampus STIEKEN Blitar. Saya datang sebagai perwakilan Gusjeng Spensi (sebutan SMPN 1 Wlingi, Red). Lalu, ada motion challenge. Dari situ, saya dapat golden ticket,” ujar Bening, saat ditemui di sekolahnya, kemarin (13/4).

Kesempatan itu menjadi titik balik Bening untuk serius ikut ajang Putra-Putri Pelajar Jawa Timur terebut. Setelah itu, berbagai tahapan seleksi dilalui. Mulai dari tes tulis untuk menguji wawasan, seleksi bakat, hingga wawancara yang digelar di Malang Creative Center. Bening pun berhasil melaju hingga tahap karantina yang diakuinya menjadi fase paling menantang.

Dalam seleksi bakat, gadis 16 tahun itu menampilkan kemampuan bermain hand drum sembari menyanyikan lagu khas Blitar. Penampilan tersebut menjadi salah satu kekuatan yang mengantarkannya meraih gelar.

“Saya memang memiliki kemampuan pada bidang bermusik, terutama memainkan alat. Selain itu, pada masa karantina itu kegiatannya padat. Ada kelas public speaking, modeling, dan berbagai pelatihan untuk persiapan grand final,” jelasnya.

Baca Juga: Dishub Terus Kawal Progres Legalisasi Dermaga Perahu Penyeberangan Sungai Brantas di Blitar

Tak hanya berfokus pada kompetisi, Bening juga membawa misi melalui advokasi bertajuk Gema, Gerakan Menjaga Akar. Program tersebut bertujuan menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal yang mulai ditinggalkan.

Menurut Bening, banyak anak muda menganggap budaya itu membosankan. Padahal itu identitas yang harus dilestarikan. Maka dari itu, dia ingin mengemasnya lebih menarik, misalnya lewat konten kreatif di media sosial.

“Sejauh ini, advokasi tersebut mulai dijalankan melalui kegiatan talkshow hingga rencana pembuatan konten edukatif. Bahkan, saya juga terlibat dalam persiapan kegiatan budaya seperti Tumpeng Agung yang rencana diadakan pada Juni nanti,” ungkap Bening.

Di tengah kesibukannya, Bening tetap berkomitmen menjaga prestasi akademik. Dia menerapkan manajemen waktu dengan metode time blocking agar tetap bisa fokus belajar sekaligus menjalankan peran sebagai putri pelajar.

Baca Juga: Petani di Blitar Diiminta Siapkan Sejumlah Skenario agar Sumber Air agar tak Kekeringan

“Kalau di kelas saya fokus belajar, di luar itu baru menjalankan kegiatan advokasi,” katanya.

Dukungan penuh datang dari pihak sekolah. Kepala SMPN 1 Wlingi, Nanik Bhirawati menyatakan, seluruh warga sekolah ikut mendorong langkah Bening, termasuk dalam kegiatan promosi hingga penguatan advokasinya.

 Menurutnya, capaian Bening menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah juga mampu bersaing dan membawa nama baik sekolah, daerah, hingga provinsi.

“Kami sangat mendukung. Bening ini punya bakat istimewa dan semangat luar biasa. Harapannya bisa terus berprestasi hingga tingkat nasional. Ini kebanggaan bagi kami. Semoga Bening bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional dan menginspirasi pelajar lainnya,” pungkasnya. (*/c1/ady)

Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana
SMP Wlingi blitar pelajar putri