BLITAR KAWENTAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar hingga kini belum bisa memastikan besaran pasti sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) APBD 2025.
Kepastian angka tersebut masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang saat ini masih berlangsung.
Meski secara internal pemkot telah melakukan penghitungan sementara, hasil tersebut belum dapat dipublikasikan.
Hal ini karena angka resmi Silpa harus mengacu pada hasil audit BPK sebagai lembaga yang berwenang melakukan pemeriksaan keuangan daerah.
“Pemkot sebenarnya sudah menghitung, tetapi belum bisa disampaikan karena masih menunggu hasil audit BPK. Setelah hasil audit keluar, itu yang menjadi angka resmi,” ujar Inspektur Daerah Kota Blitar, Ratih Dewi Indarti, kemarin (13/4).
Proses audit yang dilakukan BPK tidak hanya berfokus pada besaran Silpa, tetapi juga mencakup berbagai aspek pengelolaan keuangan daerah.
Mulai dari kesesuaian penggunaan anggaran hingga kemungkinan adanya koreksi dalam laporan keuangan.
Sesuai target, audit BPK dijadwalkan rampung pada akhir April.
Setelah itu, pemerintah daerah akan melanjutkan dengan penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan anggaran selama satu tahun.
Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim menyatakan juga masih menunggu hasil audit resmi terkait besaran Silpa tersebut.
Dia menilai bahwa yang terpenting bukan hanya besar kecilnya Silpa, melainkan bagaimana pemanfaatannya ke depan.
Menurutnya, berapa pun angka Silpa yang dihasilkan harus dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Viral Beli Mobil Rusak: Cara Cerdas Bisnis Mobil Bekas Banjir dan Tabrak, Untung Puluhan Juta!
“Silpa itu harus digunakan seefisien mungkin. Jangan sampai mengendap tanpa manfaat. Harus bisa mendorong pembangunan dan program yang menyentuh masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, DPRD juga mengingatkan agar penyerapan anggaran pada tahun berjalan dapat lebih dioptimalkan.
Hal ini penting untuk meminimalkan terjadinya Silpa dalam jumlah besar di akhir tahun anggaran.
”Dengan pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien, diharapkan keuangan daerah dapat memberikan dampak maksimal bagi pembangunan serta peningkatan pelayanan publik di Kota Blitar,” pungkasnya. (sub/c1/ady)
Baca Juga: Harga Mobil Bekas Turun 2026, BMW hingga Mobil Listrik Makin Murah, Ini Daftar Lengkapnya!
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly