KAWENTARAN – Sarana dan prasarana pendukung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mulai berdatangan secara bertahap di Kabupaten Blitar.
Setelah sebelumnya truk, kemarin giliran pikap menyusul tiba di Bumi Penataran.
Pikap berwarna putih yang baru tiba tersebut berjumlah 50 unit.
Para kepala KDMP serta kepala desa di Kabupaten Blitar langsung mengambil mobil bak terbuka itu di markas Kodim 0808 Blitar.
Baca Juga: Toyota Avanza 2012-2014 Disebut Paling Bandel! Ini Alasan Mesin VVT-i Jadi Favorit di 2025
Kepala Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Bagas Wigasto menyatakan, kendaraan truk yang sebelumnya diterima belum langsung dioperasionalkan secara penuh.
Saat ini, seluruh sarana prasarana masih ditempatkan di KDMP sambil menunggu petunjuk teknis lanjutan.
“Untuk sementara, truk dan pikap masih kita tempatkan di koperasi sambil menunggu juknis.
Karena nanti juga harus menyesuaikan dengan pencatatan inventaris dan program kerja koperasi,” kata Bagas.
Meski demikian, dia telah menyiapkan pemanfaatan kendaraan tersebut, salah satunya untuk mendukung distribusi sembako di desa.
Sebelumnya, desa juga telah menerima bantuan kendaraan berupa truk yang saat ini sudah dimanfaatkan untuk kegiatan operasional, termasuk pengangkutan barang.
“Kalau di Rejowinangun, rencananya kendaraan ini akan digunakan untuk operasional penjualan sembako.
Distribusi kendaraan ini diharapkan mampu memperkuat operasional koperasi desa sekaligus mendukung pergerakan ekonomi masyarakat di tingkat desa,” katanya.
Bakomsis Kodim 0808 Blitar, Peltu Sujarno mengatakan, pada tahap awal ini sebanyak 50 unit kendaraan pikap telah diterima dan langsung didistribusikan.
Jumlah kendaraan itu ditujukan pada KDMP yang berada di Kabupaten dan Kota Blitar.
”Untuk hari ini, gelombang pertama ada 50 unit kendaraan roda empat jenis pikap dan langsung didistribusikan ke desa-desa.
Dari jumlah itu, 6 unit untuk wilayah kota, sementara 44 unit lainnya untuk Kabupaten Blitar,” jelasnya, kemarin.
Dia melanjutkan, proses distribusi dilakukan melalui titik pengambilan yang telah ditentukan.
Kendaraan tersebut diambil langsung oleh kepala desa bersama ketua koperasi dengan pendampingan dari babinsa setempat.
Tidak hanya itu, kades dan ketua koperasi juga diarahkan mengecek kelengkapan kendaraan pikap dan cara pemakaiannya.
Bahkan, mereka juga diajak untuk melihat kondisi mesin dari kendaraan roda empat tersebut.
Distribusi kendaraan ini tidak berhenti pada tahap pertama. Sujarno menyebut penyaluran akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh kebutuhan terpenuhi.
“Masih ada beberapa tahap lagi, kurang lebih sampai lima tahap distribusi,” pungkasnya.(jar/c1/sub)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar