BLITAR KAWENTAR - Wajah Alun-Alun Kota Blitar kembali dipoles agar terlihat lebih menarik.
Sejumlah fasilitas diperbaiki, mulai dari pengecatan ulang hingga pembersihan area yang selama ini luput dari perhatian.
Baca Juga: Sarpras Minim, TKA Jenjang SD di Kota Blitar Pinjam 62 Komputer Milik SMP
Pembenahan dilakukan di beberapa titik, termasuk area sisi utara yang dipenuhi kotoran burung.
Selain itu, rumput juga dirapikan agar tampilan ruang publik tersebut tetap terjaga.
Baca Juga: Peminat Selalu Tinggi, Dispendik Kabupaten Blitar Tambah Rombel Baru di Beberapa SMPN Ini
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, perawatan alun-alun memang membutuhkan perhatian lebih dibanding ruang terbuka lainnya.
Karena ini memang wilayah publik yang ada di tengah kota dan paling ramai dikunjungi.
Baca Juga: Puluhan Pikap KDMP Tiba di Blitar untuk Tahap Pertama, Begini Respon Kades Penerima
“Perawatannya memang butuh upaya ekstra. Ada pengecatan ulang, pemangkasan rumput, sampai pembersihan kotoran burung,” ujarnya kepada Koran ini kemarin (14/3).
Menurut dia, pembenahan tidak hanya difokuskan pada kebersihan, tetapi juga kondisi fasilitas yang digunakan masyarakat saat berkunjung di alun-alun.
“Yang kita lakukan ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi juga memperbaiki fasilitas agar tetap layak digunakan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, Jajuk Indihartati.
Baca Juga: Toyota Avanza 2012-2014 Disebut Paling Bandel! Ini Alasan Mesin VVT-i Jadi Favorit di 2025
Menurut dia, perawatan rutin menjadi kunci agar kualitas ruang publik tetap terjaga.
“Kami juga melakukan pengecatan ulang fasilitas seperti alat olahraga dan toilet. Karena ini fasilitas umum, jadi memang harus dirawat secara berkala,” terangnya.
Pemkot berharap perawatan yang dilakukan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga diikuti kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas yang sudah tersedia agar tetap bisa terpakai dengan baik.
“Kalau tidak dijaga bersama, perbaikan yang dilakukan tidak akan bertahan lama,” pungkasnya. (bud/c1/ady)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda