BLITAR KAWENTAR – Rencana flushing atau lebih dikenal dengan istilah pladu Bendungan Wlingi Raya dan Lodoyo dipastikan dimulai pada 18 Mei mendatang.
Hal itu diputuskan usai Perum Jasa Tirta I melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak terkait pada Senin (13/4).
Baca Juga: Mending Mobil Eropa atau Jepang ? Ini Rekomendasi Mobil Bekas Nyaman, Bandel, dan Minim Perawatan
Kasub Divisi Pengelolaan SDA WS Brantas I, Arief Satria, mengatakan telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak untuk menentukan jadwal flushing Bendungan Wlingi dan Lodoyo.
Selain Perum Jasa Tirta, ada Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan PLN Blitar yang menyepakati jadwal tersebut.
Baca Juga: Ratusan Titik Sawah Lindung di Kabupaten Blitar Terancam Dicaplok Proyek KDMP
“Untuk flushing Bendungan Wlingi dan Lodoyo dimulai 18 Mei hingga 23 Mei. Maka dari itu, kegiatan ini berjalan selama enam hari, dan menjadi perhatian masyarakat untuk waspada. Agar berhati-hati berkegiatan di sekitar bendungan,” ujarnya.
Secara rinci, kegiatan flushing akan dimulai dengan penutupan pintu irigasi.
Selain itu, juga penghentian sementara operasional PLTA pada 18 Mei sejak pukul 06.00 WIB untuk sterilisasi.
Kemudian, penutupan pintu spillway dan pembukaan pintu irigasi dilakukan pada 23 Mei pukul 16.00 WIB.
Selain itu, pada awal pembukaan irigasi tanggal 23 Mei direncanakan adanya penyesuaian debit air sesuai pola kebutuhan pada bulan tersebut.
Hal ini bertujuan untuk memastikan distribusi air ke lahan pertanian tetap berjalan optimal.
Baca Juga: Pemkot Blitar Poles Alun-alun Lebih Cantik hingga usir Burung Blekok dari Pohon Beringin
Dalam koordinasi dengan HIPPA dan PLN, juga dibahas rencana kegiatan flushing ke depan agar perencanaan dan penentuan jadwal bisa lebih dimatangkan dan berjalan dengan baik .
“Perum Jasa Tirta I akan melakukan koordinasi lebih awal dengan HIPPA di wilayah saluran irigasi, minimal satu bulan sebelum pelaksanaan, guna menentukan jadwal yang lebih matang.” Ungkapnya.
Baca Juga: Peminat Selalu Tinggi, Dispendik Kabupaten Blitar Tambah Rombel Baru di Beberapa SMPN Ini
Melalui koordinasi ini, dia berharap pelaksanaan flushing dapat berjalan lancar.
Tentu tanpa mengganggu kebutuhan air bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian di wilayah terdampak.
Baca Juga: Puluhan Pikap KDMP Tiba di Blitar untuk Tahap Pertama, Begini Respon Kades Penerima
Sebagai upaya kewaspadaan, Arief mengimbau kepada masyarakat untuk menjauh dari badan sungai karena debit air yang cukup besar saat proses flushing dapat membahayakan keselamatan warga.
“Masyarakat harus hati-hati saat kegiatan flushing. Aliran bendungan dan sungai tentu lebih besari daripada biasanya,” pungkasnya.(jar/c1/sub)
Editor : Oksania Difa Ilmada