KAWENTARAN - Jenazah Imam Muslimin atau yang akrab disapa Yai Mim akhirnya dikebumikan di tanah kelahirannya, Dusun Wonorejo, Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.
Prosesi pemakaman dilakukan pada Senin (13/04) malam, tak lama setelah jenazah tiba dari Malang.
Baca Juga: Harga Mobil Bekas Murah 2025, Innova 2005 Cuma Rp80 Jutaan, Brio dan Vios Ikut Bikin Kaget !
Nama Yai Mim viral setelah terlibat perseteruan dengan tetangganya di Perumahan Joyogrand, Kota Malang, yang berujung pada penetapan status tersangka atas dugaan kasus pelecehan seksual dan pornografi.
Keponakan almarhum, Fatimatus Zahro mengatakan, jenazah tiba di rumah duka yang merupakan kediaman kakak pertama almarhum sekitar pukul 20.30 WIB.
Baca Juga: 4 MPV Bekas Murah di Bawah 80 Jutaan Paling Irit dan Nyaman 2025, Nomor 2 Serasa Sedan!
Kedatangan mobil jenazah yang membawa eks dosen UIN Malang tersebut juga didampingi oleh iring-iringan keluarga besar.
"Keluarga sudah menanti dari siang setelah dapat kabar.
Baca Juga: Rahasia Harga Mobil Bekas Murah di Kaila Mobil Indo, Strategi Negosiasi Bikin Pembeli Untung Besar
Meskipun almarhum tinggal di Malang, tapi pernah bilang kalau meninggal penginnya dimakamkan di sini dekat dengan keluarga," terang Fatimatus saat ditemui di rumah duka, Selasa (14/4).
Setibanya di rumah duka, jenazah anak keempat dari enam bersaudara tersebut langsung menjalani prosesi pemandian dan disalatkan.
Tanpa menunda waktu, sekitar pukul 22.00 WIB, jenazah langsung diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir.
Yai Mim dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat, satu lokasi dengan makam ibunya.
Menurut Fatimah, semasa hidup almarhum dikenal sebagai sosok yang sangat berbakti dan sering pulang ke Blitar untuk menjenguk orang tuanya.
"Hubungan dengan keluarga sangat baik dan komunikatif meski beliau sibuk di Malang.
Di mata kami, almarhum adalah sosok yang sangat penyayang dan menjadi kebanggaan keluarga karena pencapaiannya sebagai dosen," pungkasnya.
Sebelumnya, Yai Mim dinyatakan meninggal dunia pada Senin (13/4) sekitar pukul 13.45 WIB akibat kondisi kesehatan yang menurun drastis saat berada di Mapolresta Malang Kota.
Padahal, pada pagi harinya pukul 08.59 WIB, Tim Dokkes Polresta Malang Kota sempat memeriksa kondisi fisik almarhum dan menyatakannya dalam keadaan stabil untuk menjalani pemeriksaan tambahan sebagai tersangka maupun pelapor.
Namun, saat hendak dipindahkan dari ruang tahanan menuju ruang penyidik satreskrim, pria ini tiba-tiba merasa lemas dalam posisi duduk hingga terjatuh tak sadarkan diri.
Meski petugas sempat mengevakuasi almarhum ke RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang, namun nyawanya tidak tertolong. (mg1/c1/ady)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar