BLITAR - Gebrakan besar kembali ditunjukkan oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur dalam mendukung agenda nasional. Melalui penyusunan roadmap strategis menuju tahun 2029, BPN Jatim secara resmi menetapkan target ambisius untuk menuntaskan pendaftaran tanah di seluruh pelosok provinsi. Tak main-main, target yang dipatok adalah penyelesaian 1,3 juta Sertifikat Tanah Jawa Timur setiap tahunnya guna memperkuat pilar ketahanan pangan dan iklim investasi.
Langkah akselerasi ini diambil sebagai respons atas tingginya kebutuhan akan kepastian hukum hak atas tanah bagi masyarakat dan pelaku usaha. Dengan ketersediaan Sertifikat Tanah Jawa Timur yang masif, pemerintah berharap konflik agraria dapat ditekan hingga ke titik nol. Kakanwil BPN Jatim menegaskan bahwa sertifikasi bukan sekadar urusan administratif, melainkan fondasi utama bagi kedaulatan pangan, di mana lahan-lahan pertanian produktif harus terlindungi secara legal dari ancaman alih fungsi lahan yang tak terkendali.
Kepastian hukum melalui Sertifikat Tanah Jawa Timur juga menjadi magnet kuat bagi para investor. Dalam roadmap 2029, BPN Jatim memproyeksikan seluruh bidang tanah di wilayah Jawa Timur, mulai dari perkotaan hingga wilayah perdesaan di Blitar dan sekitarnya, sudah terpetakan dan terdaftar secara digital. Hal ini selaras dengan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang terus digeber secara masif dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor.
Roadmap 2029: Integrasi Data dan Digitalisasi Penuh
Dalam upaya mencapai target 1,3 juta bidang per tahun, BPN Jatim mengandalkan transformasi digital sebagai tulang punggung pelayanan. Strategi ini mencakup digitalisasi seluruh buku tanah dan surat ukur agar dapat diakses secara cepat melalui sistem elektronik. Dengan data yang terintegrasi, proses pengecekan hingga penerbitan sertifikat elektronik akan menjadi jauh lebih efisien, transparan, dan minim celah bagi praktik maladministrasi.
Baca Juga: Nissan Grafit 2026 Resmi Hadir, MPV Murah 7 Penumpang dengan Fitur Lengkap dan Harga Ramah Kantong!
"Kita tidak bisa lagi bekerja dengan ritme biasa. Target 1,3 juta sertifikat ini menuntut kita untuk melakukan inovasi tanpa henti. Roadmap 2029 adalah panduan kita untuk memastikan tidak ada lagi jengkal tanah di Jawa Timur yang tidak terdaftar. Ini adalah kerja besar untuk memberikan rasa aman bagi pemilik lahan sekaligus memberikan jaminan bagi investasi yang masuk," tegas pihak Kanwil BPN Jatim dalam siaran informasinya.
Ketahanan Pangan Berbasis Legalitas Lahan Pertanian
Sektor pertanian menjadi fokus utama dalam target sertifikasi masif ini. Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional membutuhkan perlindungan aset lahan pertanian yang kuat. Dengan sertifikat yang jelas, para petani memiliki posisi tawar yang lebih baik dan akses yang lebih mudah terhadap permodalan perbankan. BPN Jatim memastikan bahwa skema sertifikasi lintas sektor (lintor) untuk UMKM dan petani akan terus ditingkatkan porsinya dalam kuota tahunan.
Baca Juga: Nissan Grafit 2026 Resmi Meluncur, MPV Murah 7 Penumpang Rp105 Jutaan Ini Siap Tantang Sigra-Calya!
Perlindungan terhadap lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) juga menjadi poin krusial dalam peta jalan tersebut. BPN akan melakukan sinkronisasi data dengan pemerintah daerah untuk memastikan lahan subur tetap berfungsi sebagai area produksi pangan, didukung oleh sertifikat hak milik yang tidak bisa diganggu gugat. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas suplai pangan nasional dari Jawa Timur.
Sinergi Pemerintah Daerah dan Masyarakat Jadi Penentu
Keberhasilan mencapai angka 1,3 juta sertifikat per tahun tentu tidak bisa dilakukan oleh BPN sendirian. Peran aktif pemerintah daerah di tingkat kabupaten hingga desa sangat menentukan kecepatan validasi data lapangan. BPN Jatim terus mendorong bupati dan wali kota untuk memberikan dukungan berupa keringanan atau pembebasan BPHTB bagi peserta program sertifikasi massal, demi meringankan beban ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Nissan Grafit 2026 Bikin Heboh! MPV Murah 7 Penumpang Rp140 Jutaan Siap Goyang Sigra-Calya
Masyarakat juga diimbau untuk proaktif dalam memasang patok batas tanah masing-masing melalui gerakan Gema Patas. Dengan batas tanah yang sudah jelas dan disepakati dengan tetangga berbatasan, tim satgas fisik BPN akan lebih cepat melakukan pengukuran dan pengumpulan data yuridis. Optimisme terpancar dari jajaran BPN Jatim bahwa dengan semangat gotong royong ini, Jawa Timur akan menjadi provinsi pertama yang tuntas terpetakan secara lengkap sebelum tahun 2029 berakhir.
Editor : Saifullah Muhammad Jafar