BLITAR - Komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan prima di sektor agraria terus dibuktikan dengan pengawasan lapangan yang ketat. Baru-baru ini, jajaran petinggi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melakukan kunjungan kerja strategis guna memantau langsung kinerja di daerah. Fokus utama kunjungan kali ini adalah untuk memastikan bahwa Layanan Pertanahan Sidoarjo tetap berjalan optimal dan selalu hadir di tengah masyarakat tanpa kendala birokrasi yang berarti.
Kunjungan yang bersifat supervisi ini bertujuan untuk melihat secara riil bagaimana transformasi digital telah diimplementasikan di tingkat kantor pertanahan. Layanan Pertanahan Sidoarjo yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan volume transaksi pertanahan tertinggi di Jawa Timur, menjadi barometer penting bagi kesuksesan program strategis nasional. Tim dari Kementerian memantau setiap lini pelayanan, mulai dari loket pendaftaran, proses verifikasi berkas, hingga kecepatan penerbitan sertifikat elektronik.
Kehadiran jajaran kementerian ini menegaskan bahwa tidak boleh ada penurunan kualitas dalam Layanan Pertanahan Sidoarjo, meskipun beban kerja tergolong tinggi. Masyarakat diharapkan dapat merasakan kemudahan akses informasi dan kepastian waktu dalam setiap pengurusan dokumen pertanahan. "Sidoarjo adalah wilayah strategis. Kita harus memastikan bahwa standar pelayanan di sini menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal transparansi dan akuntabilitas," ungkap perwakilan tim pemantau dalam kunjungannya.
Memastikan Inovasi Digital Berjalan di Akar Rumput
Salah satu sorotan utama dalam pemantauan ini adalah penggunaan aplikasi layanan mandiri. Kementerian ATR/BPN terus mendorong agar masyarakat Sidoarjo mulai beralih ke layanan digital untuk meminimalisir antrean fisik di kantor. Digitalisasi ini mencakup pengecekan sertifikat, pendaftaran hak tanggungan elektronik, hingga informasi tata ruang yang bisa diakses dari smartphone.
Baca Juga: Nissan Grafit 2026 Resmi Hadir, MPV Murah 7 Penumpang dengan Fitur Lengkap dan Harga Ramah Kantong!
Jajaran kementerian juga melakukan dialog langsung dengan para pemohon di area loket. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan feedback jujur mengenai keramahan petugas dan efektivitas alur pelayanan. Dari hasil pantauan, terlihat bahwa sistem antrean sudah terintegrasi dengan baik, namun kementerian tetap memberikan catatan agar sosialisasi penggunaan aplikasi digital terus ditingkatkan kepada masyarakat lanjut usia atau yang belum melek teknologi.
Penguatan Integritas Petugas dan Integritas Pelayanan
Selain aspek teknis, penguatan integritas SDM juga menjadi agenda penting dalam kunjungan tersebut. Kementerian memberikan instruksi tegas bahwa setiap petugas di Kantor Pertanahan Sidoarjo wajib menjunjung tinggi profesionalisme dan menjauhi praktik pungutan liar. Pengawasan internal diperketat untuk menjamin bahwa proses "back office" berjalan secepat layanan di loket depan.
Baca Juga: Nissan Grafit 2026 Resmi Meluncur, MPV Murah 7 Penumpang Rp105 Jutaan Ini Siap Tantang Sigra-Calya!
Sidoarjo yang memiliki dinamika pertumbuhan properti sangat cepat membutuhkan respons birokrasi yang lincah. Oleh karena itu, kementerian menekankan pentingnya penyelesaian tunggakan berkas ( backlog ) secara berkala. Koordinasi antara seksi survei, pemetaan, dan pendaftaran harus berjalan sinkron agar tidak ada berkas masyarakat yang tertahan tanpa alasan yang jelas.
Layanan Akhir Pekan dan Jemput Bola
Dalam kesempatan yang sama, diapresiasi juga inisiatif kantor pertanahan setempat yang sering melakukan layanan jemput bola atau layanan di akhir pekan (Pelataran). Program-program inovatif seperti ini dinilai sangat membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja produktif. Kementerian meminta agar inovasi semacam ini terus dipertahankan dan jika perlu ditingkatkan jangkauannya hingga ke tingkat desa.
Baca Juga: Nissan Grafit 2026 Bikin Heboh! MPV Murah 7 Penumpang Rp140 Jutaan Siap Goyang Sigra-Calya
Dengan adanya pemantauan langsung dari jajaran kementerian, diharapkan kepercayaan publik terhadap institusi pertanahan semakin meningkat. Kepastian hukum atas tanah adalah modal utama bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat Sidoarjo. BPN Jawa Timur secara keseluruhan berkomitmen untuk terus mengawal agar standar pelayanan prima ini tidak hanya terjadi saat kunjungan berlangsung, melainkan menjadi budaya kerja sehari-hari di seluruh kantor pertanahan.
Editor : Saifullah Muhammad Jafar