Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jalan Nasional Masuk Kota Blitar Rusak, Pengendara Was-was Takut Nyungsep

M. Subchan Abdullah • Jumat, 17 April 2026 | 14:00 WIB
Kondisi infrastruktur jalan di wilayah perbatasan Bumi Bung Karno mulai dikeluhkan pengguna jalan.
Kondisi infrastruktur jalan di wilayah perbatasan Bumi Bung Karno mulai dikeluhkan pengguna jalan.

KAWENTARAN - Kondisi infrastruktur jalan di wilayah perbatasan Bumi Bung Karno mulai dikeluhkan pengguna jalan.

Sejumlah ruas jalan utama terpantau mengalami kerusakan dan keriting alias kontur yang tidak rata, sehingga dinilai membahayakan dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas (laka).

Baca Juga: Kabar Gembira! 17.446 Sertifikat Tanah Program PTSL 2025 di Ponorogo Siap Dibagikan, Cek Jadwal Lengkapnya di Sini

Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah Jalan Nasional III di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan.

Sebagai akses utama masuk ke jantung kota, kondisi aspal di jalur ini cenderung bergelombang dan tidak rata.

Baca Juga: Target 25 Ribu Sertifikat! Program PTSL 2026 Trenggalek Resmi Dimulai, Simak Cara Daftar dan Syarat Pengamanan Aset Agar Tak Jadi Sengketa

"Jalan ini akses utama setiap hari saya lewat sini untuk kerja. Kondisinya cenderung tidak rata, ada yang menggunduk," ujar Afifi, salah seorang pengendara motor yang melintas.

Dia menambahkan, meski sempat ada upaya perbaikan berupa penambalan di beberapa titik, namun hal itu belum menyeluruh.

Baca Juga: Kabar Gembira! Kuota PTSL 2026 Kebumen Tembus 30.000 Bidang, Cek Syarat dan Lokasi Lahan Sekolah Rakyat Terbaru di Gombong!

Masih banyak lubang atau aspal aus di sekitar lokasi tambalan yang belum terkaver. “Sangat tidak nyaman, apalagi untuk sekelas jalan di kota, harapannya tentu bisa lebih mulus,” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Blitar, Erna Santi, menyatakan bahwa tingkat kemantapan jalan di Kota Blitar sebenarnya masih berada di angka yang cukup tinggi, yakni di atas 93 persen.

Baca Juga: Mafia Tanah Gak Bisa Berkutik! Kenali Keunggulan Sertifikat Tanah Elektronik yang Anti-Palsu dan Tahan Bencana, Warga Blitar Wajib Simak!

Namun, dia mengakui cuaca ekstrem belakangan ini memengaruhi kondisi aspal.

"Karena intensitas hujan yang sering, ada beberapa ruas yang terdampak aus atau muncul lubang.

Baca Juga: Gebrakan Baru Kakanwil BPN Jatim! Digitalisasi Sertifikat Jadi Kunci Keamanan Lahan, Warga Blitar Harus Siap Beralih ke Sistem Elektronik?

Kami siap melakukan pemeliharaan, baik berdasarkan pantauan tim maupun laporan masyarakat melalui layanan Sapa Mas Wali," jelas Erna.

Terkait keluhan di beberapa titik seperti area pintu masuk Garum, Jalan Kalimantan, Jalan Bali, hingga Jalan Kenari, Erna menjelaskan bahwa status jalur-jalur tersebut merupakan jalan nasional yang berada di bawah wewenang Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN).

Baca Juga: Waspada Penyerobotan Lahan! Menteri Nusron Wahid Desak Pemilik Sertifikat Lawan 1961-1997 Segera Urus Sertifikat Tanah Elektronik, Ini Alasannya

"Koordinasi kami dengan P2JN sangat baik.

Jika ada laporan masuk namun statusnya jalan nasional, segera kami teruskan ke pusat. Mereka biasanya cukup responsif menangani titik-titik lubang tersebut," imbuhnya.

Baca Juga: Gak Perlu Panik Kalau Hilang! Inilah Bentuk Asli Sertifikat Tanah Elektronik dan Cara Cetak Mandiri yang Bikin Mafia Tanah Gigit Jari

Untuk pemeliharaan jalan yang menjadi wewenang penuh pemkot, Erna menyebut tahun ini dialokasikan anggaran sekitar Rp600 juta.

Meskipun ada efisiensi anggaran, pihaknya menjamin proses pemeliharaan tetap berjalan demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.(mg1/sub)

Editor : Saifullah Muhammad Jafar
#bumi bung karno #jalan nasional #blitar #LaluLintasPonggok #insfrastruktur