KAWENTARAN - Kondisi infrastruktur jalan di wilayah perbatasan Bumi Bung Karno mulai dikeluhkan pengguna jalan.
Sejumlah ruas jalan utama terpantau mengalami kerusakan dan keriting alias kontur yang tidak rata, sehingga dinilai membahayakan dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas (laka).
Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah Jalan Nasional III di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan.
Sebagai akses utama masuk ke jantung kota, kondisi aspal di jalur ini cenderung bergelombang dan tidak rata.
"Jalan ini akses utama setiap hari saya lewat sini untuk kerja. Kondisinya cenderung tidak rata, ada yang menggunduk," ujar Afifi, salah seorang pengendara motor yang melintas.
Dia menambahkan, meski sempat ada upaya perbaikan berupa penambalan di beberapa titik, namun hal itu belum menyeluruh.
Masih banyak lubang atau aspal aus di sekitar lokasi tambalan yang belum terkaver. “Sangat tidak nyaman, apalagi untuk sekelas jalan di kota, harapannya tentu bisa lebih mulus,” paparnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Blitar, Erna Santi, menyatakan bahwa tingkat kemantapan jalan di Kota Blitar sebenarnya masih berada di angka yang cukup tinggi, yakni di atas 93 persen.
Namun, dia mengakui cuaca ekstrem belakangan ini memengaruhi kondisi aspal.
"Karena intensitas hujan yang sering, ada beberapa ruas yang terdampak aus atau muncul lubang.
Kami siap melakukan pemeliharaan, baik berdasarkan pantauan tim maupun laporan masyarakat melalui layanan Sapa Mas Wali," jelas Erna.
Terkait keluhan di beberapa titik seperti area pintu masuk Garum, Jalan Kalimantan, Jalan Bali, hingga Jalan Kenari, Erna menjelaskan bahwa status jalur-jalur tersebut merupakan jalan nasional yang berada di bawah wewenang Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN).
"Koordinasi kami dengan P2JN sangat baik.
Jika ada laporan masuk namun statusnya jalan nasional, segera kami teruskan ke pusat. Mereka biasanya cukup responsif menangani titik-titik lubang tersebut," imbuhnya.
Untuk pemeliharaan jalan yang menjadi wewenang penuh pemkot, Erna menyebut tahun ini dialokasikan anggaran sekitar Rp600 juta.
Meskipun ada efisiensi anggaran, pihaknya menjamin proses pemeliharaan tetap berjalan demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.(mg1/sub)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar