BLITAR KAWENTAR - Kondisi Pasar Kuliner di Jalan Ahmad Yani, Kota Blitar, kini tak banyak dilirik penikmat kuliner.
Banyaknya kios yang tutup dan fasilitas yang dianggap kurang nyaman membuat jumlah pengunjung berangsur turun.
Keluhan datang dari pengunjung maupun pedagang yang masih bertahan.
Baharudin, salah satu warga yang dulu kerap berkunjung, mengaku kini mulai jarang mendatangi pasar tersebut.
"Dulu sering ke sini, sekarang sudah jarang banget karena banyak kios yang tutup juga. Harus dibikin lebih nyaman lagi sih, karena kenyamanan itu sangat memengaruhi minat pengunjung," ungkap Baharudin saat ditemui di lokasi, Rabu (15/4).
Hal senada dirasakan oleh salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Baca Juga: Depresi, Perempuan Muda di Blitar Akhiri Hidup dengan Gantung Diri
Dia mengeluhkan pendapatan yang menurun seiring dengan sepinya pengunjung.
"Pendapatan terus menurun karena pengunjung makin hari makin berkurang. Kami sangat berharap ada upaya nyata dari pemerintah untuk meramaikan kembali tempat ini," harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Blitar berencana melakukan revitalisasi total pada pertengahan tahun ini.
Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto, mengakui bahwa tampilan fisik dan tata letak pasar saat ini kurang menarik minat masyarakat.
Dia menyebut posisi pos di depan bangunan cukup mengganggu pandangan (view) dan akan segera dibersihkan dalam program revitalisasi.
"Lokasinya kurang menarik memang secara visual, jadi akan kami tata ulang. Mulai dari pembersihan pos depan yang menghalangi pandangan, hingga pembuatan fasad depan yang baru. Meski bentuk dasarnya tetap, akan ditambahkan ornamen-ornamen dan area bersantai di sebelah barat," jelas Parminto.
Baca Juga: Daftar Mobil Bekas Harga di Bawah 100 Juta Tahun Muda: Ada Renault Hingga Wuling, Murah Tapi Mewah!
Selain estetika, aksesibilitas juga menjadi fokus utama.
Pintu masuk sebelah barat akan diperlebar untuk memudahkan sirkulasi pengunjung.
Fasilitas internal seperti kamar mandi pun tak luput dari rencana perbaikan.
Terdapat sekitar 60 kios di Pasar Kuliner Jalan Ahmad Yani.
Selama ini, para pedagang dikenakan tarif retribusi antara Rp 4.000 hingga Rp 6.000 per hari.
Parminto menegaskan bahwa revitalisasi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kios-kios yang telah ditinggalkan pemiliknya agar dapat mendukung perekonomian daerah.
"Secara lokasi sebenarnya sangat strategis. Kami targetkan tahap pengerjaan fisik akan dimulai sekitar bulan Mei atau Juni 2026," tambahnya.
Proyek revitalisasi ini sendiri telah mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 335,8 juta yang bersumber dari APBD murni tahun anggaran 2026.
Dengan penataan ulang ini, diharapkan wajah baru Pasar Kuliner Jalan Ahmad Yani dapat menjadi magnet baru bagi warga Kota Blitar dan sekitarnya. (mg1/c1/ady)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly