BLITAR KAWENTAR - Di kawasan wisata kuliner Talang Serut, di Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, deretan warung sederhana hadir sebagai pelengkap pengalaman menikmati senja di pinggir sungai.
Salah satunya adalah Warung Kuning milik Khotib Rifai. Dia mulai berjualan sejak masa pandemi Covid-19 dan bertahan hingga sekarang.
Baca Juga: Nissan Livina Ngelitik Terus? Ini Penyebab dan Solusi Ampuh Biar Mesin Halus Lagi!
Kini, dia mengelola Warung Kuning bersama usaha keluarga lain, seperti Bakso Ria dan Warung Tempe Mendoan, dalam satu area foodcourt.
Berlokasi dekat permukiman warga, Rifai mengaku memilih berjualan di Talang Serut karena faktor kedekatan.
“Saya domisili di Dusun Serut, Desa Gogodeso, jadi memang dekat dari sini,” jelasnya.
Soal harga, kuliner di Talang Serut tergolong ramah di kantong.
Menu dibanderol mulai Rp 5.000 hingga Rp 15.000.
‘’Bakso dijual sekitar Rp 10.000–Rp 13.000, sementara mendoan satu porsi Rp 15.000,’’ ungkapnya.
Menariknya, promosi kawasan ini masih mengandalkan rekomendasi pengunjung.
“Kebanyakan dari mulut ke mulut,” kata Rifai. Pengunjung didominasi warga lokal dari berbagai usia. Suasana paling ramai biasanya terjadi saat akhir pekan. “Hari Minggu sore sampai malam biasanya penuh,” tambahnya.
Pada kondisi ramai, omzet pedagang bisa mencapai Rp 2,5 juta per hari, sementara di hari biasa berkisar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu.
Cuaca menjadi faktor utama yang memengaruhi jumlah pengunjung. “Kalau hujan, pasti berkurang,” ujarnya.(*/c1/sub)
Editor : Oksania Difa Ilmada