BLITAR KAWENTAR - Dua pelajar SMP Laboratorium UM Blitar berhasil menunjukkan prestasi membanggakan dalam kejuaraan anggar SLC Cup yang digelar di Surabaya. Keduanya adalah Laksamana Sanjaya Nusantara dan Batari Kinasih.
Dalam ajang tersebut, Laksamana berhasil meraih medali emas setelah tampil impresif sepanjang kompetisi. Capaian ini menjadi hasil dari latihan intens yang telah dijalaninya selama satu bulan terakhir.
Laksamana mengaku menekuni anggar karena terinspirasi sang ibu. Dia menilai cabang olahraga ini belum banyak diminati sehingga peluang untuk berkembang masih terbuka lebar. “Saya ikut karena meneruskan ibu. Anggar juga tidak terlalu banyak peminat,” ujarnya.
Persiapan menuju kejuaraan dilakukan cukup intens. Selama sekitar satu bulan, dia menjalani latihan rutin mulai dari fisik, teknik kuda-kuda, hingga pernapasan untuk menjaga ketahanan saat bertanding.
Dalam laga, Laksamana menghadapi atlet dari berbagai daerah seperti Mojokerto, Pasuruan, hingga Sidoarjo.
“Yang paling sulit adalah atlet dari Sidoarjo, kayaknya persiapannya lebih matang,” imbuhnya.
Sementara itu, Batari Kinasih yang tergabung dalam Bumi Bung Karno Fencing Club berhasil meraih juara tiga di kategori putri dan berhasil membawa pulang medali perunggu.
Berbeda dengan Laksamana, persiapannya terbilang singkat. Dia baru mendaftar pada H-7 sebelum lomba karena harus beradaptasi dengan jenis senjata baru.
“Awalnya saya pakai senjata sabre, lalu dipindah ke degen, jadi latihan pakai senjata baru hanya sekitar satu minggu,'' katanya.
Batari menjelaskan, dalam anggar terdapat tiga jenis senjata, yakni floret, degen, dan sabre, yang masing-masing memiliki teknik berbeda.
Dia sempat kesulitan saat menghadapi lawan dari Malang karena harus beradaptasi dengan jenis senjata baru.
Capaian ini menjadi bukti potensi besar atlet pelajar di cabang anggar sekaligus membuka peluang lahirnya bibit unggul dari daerah.(bud/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah