BLITAR KAWENTAR - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Sutrisno, warga Desa Jeblog, Kecamatan Talun, kemarin (19/4).
Perjalanan yang semula diniatkan untuk menghadiri acara jagong bayi di Banyuwangi justru berakhir tragis. Itu setelah kendaraan yang membawa anggota keluarganya terlibat kecelakaan di Probolinggo.
Di rumah duka, para pelayat berdatangan untuk mendoakan almarhum Sutrisno serta anggota keluarganya.
Tetangga tak mengira musibah nahas itu menimpa keluarga Sutrisno. Hingga siang pukul 14.00, jenazah empat korban kecelakaan tersebut belum tiba di rumah duka.
Ya, satu keluarga yang terdiri dari empat orang dipastikan meninggal dunia dalam kecelakaan maut di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Mereka adalah Sutrisno, 60, Sri Budiyatni, 60, Devica Friskiara ,29, serta cucunya yang masih balita, Giovano Malik Ibrahim, berusia 3 tahun.
Nasib malang yang menimpa keluarga Sutrisno itu terjadi saat rombongan dalam perjalanan pulang menuju Blitar usai menjenguk saudara yang lahiran di Banyuwangi.
Kendaraan yang ditumpangi terlibat kecelakaan beruntun hingga mengakibatkan seluruh penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Saya dapat kabar dari telepon, kaget sekali. Soalnya mereka berangkat ke Banyuwangi untuk jagong bayi. Saat ini keluarga sudah berangkat ke Probolinggo untuk membawa pulang jenazah,” ujar Riyanto, perwakilan keluarga korban, Sabtu (19/4).
Dia melanjutkan, pihak keluarga langsung bergerak menuju Probolinggo untuk memastikan kondisi korban.
Sayangnga, Sutrisno, istri, anak, dan cucunya tak tertolong. Maka dari itu, keluarga korban menjemput jenazah agar dapat dimakamkan di kampung halaman.
Kepergian empat orang dalam satu garis keturunan ini menyisakan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga warga sekitar. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, keluarga sepakat memakamkan keempat korban dalam satu liang lahat di pemakaman umum desa setempat.
Pantauan di rumah duka, warga dan kerabat mulai berdatangan untuk memberikan dukungan moril sekaligus membantu persiapan pemakaman.
Suasana haru tak terbendung, terlebih salah satu korban masih berusia 3 tahun. Hingga kini, keluarga masih menunggu kedatangan jenazah dari Probolinggo untuk segera dimakamkan.
“Padahal seminggu lalu beliau (Sutrisno, Red) masih main ke rumah saya,” kenang Sumarno, salah satu tetangga, dengan mata berkaca-kaca.(jar/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah