Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Dibalik Destinasi Kali Talang di Blitar yang Jadi Tempat Nongkrong Hit Anak Muda Kekinian

Muhammad Adib Falih Rifly • Senin, 20 April 2026 | 13:00 WIB

MUHAMMAD ADIB FALIH RIFLY/RADAR BLITAR - SANTAI SEJENAK: Pengunjung menikmati suasana sore hari dan pemandangan matahari terbenam dari tepi Kali Talang
MUHAMMAD ADIB FALIH RIFLY/RADAR BLITAR - SANTAI SEJENAK: Pengunjung menikmati suasana sore hari dan pemandangan matahari terbenam dari tepi Kali Talang

 

BLITAR KAWENTAR - Siapa sangka, sebuah tepian sungai yang mulanya hanya menjadi tempat cangkrukan kecil warga lokal, kini bertransformasi menjadi magnet baru bagi pemburu sunset dan pencinta kopi di Blitar.

Wisata Kali Talang yang terletak di Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, kini menjelma menjadi destinasi wisata murah meriah dengan perputaran ekonomi mandiri yang luar biasa.

Baca Juga: Review 6 Bulan Karimun Wagon R 2025: Irit BBM Banget Tapi Banyak Kekurangan, Worth It Dibeli?

Cuaca di tepian Sungai Lodagung lumayan cerah sore itu.

Tepatnya di kawasan wisata Kali Talang, sejumlah warung di tepian Sungai itu mulai membuka lapaknya.

Baca Juga: Suzuki Karimun Kotak GX 2005 Diburu! Mobil Murah Irit BBM, Mesin Bandel, Interior Super Lega, Harga Cuma Segini

Pengunjung satu demi satu mulai antre untuk memesan makanan dan minuman di warung milik warga setempat itu. 

Ya, itulah aktivitas setiap sore di kawasan Kali Talang.

Baca Juga: Mobil Bekas Rp40 Jutaan Minim Perbaikan, Ini 5 Pilihan Paling Bandel dan Murah Dirawat !

Tepian sungai yang kini dijadikan oleh masyarakat sebagai tempat nongkrong.

Tak sekadar menikmati sajian kuliner, pengunjung turut menikmati pemandangan matahari terbenam. 

Baca Juga: Sering Salah Pilih ! Ini Rahasia Mendapat Mobil Bekas Rp40 Jutaan Minim Perbaikan dan Tidak Bikin Boncos

Ditemui di sela-sela aktivitasnya, Suwandir, Ketua Paguyuban Kali Talang, mengenang kembali bagaimana lokasi ini mulai dikenal luas.

Menurutnya, popularitas wisata Kali Talang tidak datang dari promosi besar-besaran atau sentuhan proyek pemerintah, tetapi tumbuh secara organik dan alami.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Bekas Rp40 Jutaan Paling Minim Perbaikan, Ini 5 Pilihan Terbaik yang Bikin Dompet Aman !

"Mulanya dari 2020, zaman Korona. Dulu tempat wisata banyak yang tutup. Jadinya orang-orang kumpul di sini. Awalnya hanya satu warung, lama-lama yang jualan nambah, dan orang luar mulai tahu kalau di sini tempatnya asik buat santai," kenang Suwandir.

Hal unik dari wisata ini adalah sistem pengelolaannya.

Baca Juga: Mobil Murah Irit BBM 2026: Ini 4 Pilihan Terbaik di Indonesia, Konsumsi Bisa Tembus 22 Km/L!

Hingga saat ini, belum ada sentuhan dana atau bantuan fasilitas dari Pemerintah Kabupaten Blitar.

 Kehidupan di objek wisata ini murni digerakkan oleh "kerukunan" antarwarga yang tergabung dalam paguyuban.

Baca Juga: Dampak Kemarau Panjang Tahun Ini di Blitar, Krisis Air hingga Diare Mengancam

Suwandir menegaskan bahwa paguyuban yang ia pimpin bukanlah lembaga pengelola profesional yang mencari profit tunggal, melainkan sebuah wadah gotong royong.

Semua biaya perawatan, mulai dari pemasangan lampu penerangan jalan hingga perbaikan akses masuk yang rusak, dilakukan dengan sistem iuran sukarela atau rembukan.

Baca Juga: Karimun Wagon R Bisa Pasang Turbo? Ini Jawaban Ahli dan Deretan Masalah Umum yang Sering Terjadi

"Kalau ada jalan yang jeblong (berlubang), kita rembuk bersama. Urunan semampunya, ada yang kasih Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, yang penting material kebeli. Pengerjaannya ya kita semua, bareng-bareng," jelasnya.

 Bahkan untuk parkir pun, paguyuban sepakat membebaskan biaya bagi pengendara sepeda motor guna menjaga daya tarik pengunjung.

Baca Juga: Review 6 Bulan Karimun Wagon R 2025: Irit BBM Banget Tapi Banyak Kekurangan, Worth It Dibeli?

Biaya parkir hanya dikenakan pada mobil di hari-hari tertentu.

Itu pun hasilnya masuk ke kas untuk kepentingan fasilitas umum seperti listrik dan kebersihan.

Baca Juga: Suzuki Karimun Kotak GX 2005 Masih Dicari, Mobil Mungil Mesin Bandel dan Kabin Lega Ini Dijual Rp65 Jutaan

Meski fasilitasnya sederhana, wisata Kali Talang menawarkan kemewahan alam yang sulit didapat di tengah kota.

Saat sore menjelang, pengunjung bakal disuguhi pemandangan sunset atau matahari terbenam yang memukau di balik bentangan sawah dan aliran sungai.

Baca Juga: Dampak Kemarau Panjang Tahun Ini di Blitar, Krisis Air hingga Diare Mengancam

Inilah alasan utama mengapa banyak anak muda datang membawa kamera dan membuat konten video di sini.

Tak hanya itu, lokasi ini menjadi favorit karena harganya yang sangat ramah di kantong.

Baca Juga: Satu SD Swasta di Blitar Terpaksa Numpang Ujian TKA di SMK Negeri karena Keterbatasan Komputer

Dengan uang Rp 10 ribu saja, pengunjung sudah bisa menikmati segelas kopi dan sepiring camilan sambil berkaraoke gratis.

"Di sini titik temu paling pas. Ada yang dari Ponggok janjian sama orang Kademangan, ketemunya di sini. Kadang ada arisan, komunitas juga kumpul di sini. Tempatnya luas dan bebas biaya reservasi," tambah pria ramah ini.

Baca Juga: Karimun Wagon R Bisa Pasang Turbo? Ini Jawaban Ahli dan Deretan Masalah Umum yang Sering Terjadi

Bahkan, rencananya dalam waktu dekat, kawasan ini akan kedatangan sekitar 3.000 sepeda motor dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk sebuah agenda komunitas besar.

Hal ini membuktikan bahwa daya tarik Kali Talang sudah meluas hingga lintas kota seperti Tulungagung dan sekitarnya.

Baca Juga: Mobil Bekas Rp40 Jutaan Minim Perbaikan, Ini 5 Pilihan Paling Bandel dan Murah Dirawat !

Meski pengunjung membeludak, paguyuban tetap memegang teguh aturan ketat: dilarang ada kerusuhan dan dilarang membuang sampah ke sungai.

Suwandir bersama warga rutin membersihkan bibir sungai demi menjaga ekosistem.

Baca Juga: Sering Salah Pilih ! Ini Rahasia Mendapat Mobil Bekas Rp40 Jutaan Minim Perbaikan dan Tidak Bikin Boncos

Mereka ingin membuktikan bahwa masyarakat desa bisa mengelola potensi alam dengan tetap menjaga kelestariannya.

Namun, dia tidak menampik bahwa ada harapan besar bagi pemerintah untuk mulai melirik potensi ini.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Bekas Rp40 Jutaan Paling Minim Perbaikan, Ini 5 Pilihan Terbaik yang Bikin Dompet Aman !

 Kendala utama saat ini adalah keterbatasan dana swadaya untuk memperbaiki infrastruktur yang lebih permanen.

"Harapan kami ada perhatian dari pemerintah, terutama akses jalan utama. Selama ini masih pribadi dan swadaya semua. Padahal kalau jalannya bagus, tentu ekonomi warga di sini akan jauh lebih berkembang lagi," tutup Suwandir penuh harap.(mg3/c1/sub)

Editor : Oksania Difa Ilmada
#rekomendasi wisata di blitar #wisata Talang Serut #talang serut blitar #wisata blitar #wisata