BLITAR KAWENTAR - Konstelasi internal DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Blitar mulai menunjukkan arah baru.
Dalam Musyawarah Cabang (Muscab) X yang digelar kemarin (19/4), sosok sentral Agus Zunaidi resmi menyatakan tidak akan melanjutkan kepemimpinannya setelah tiga periode menakhodai partai berlambang Kakbah tersebut.
Baca Juga: Review 6 Bulan Karimun Wagon R 2025: Irit BBM Banget Tapi Banyak Kekurangan, Worth It Dibeli?
Mundurnya Agus Zunaidi menjadi catatan penting bagi peta politik lokal, mengingat sosoknya selama ini sangat kental dan identik dengan eksistensi PPP di Bumi Bung Karno.
Namun, alih-alih mempertahankan kursi kekuasaan, Agus justru memilih membuka ruang bagi regenerasi.
“Saya tidak berkenan untuk dipilih kembali. Kepemimpinan ke depan semoga bisa dilanjutkan oleh kader yang dinilai memiliki kapasitas dan komitmen untuk membesarkan partai," kata Ketua DPC PPP Kota Blitar, Agus Zunaedi.
Sebagai langkah awal suksesi, Muscab X telah menetapkan tim formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan periode mendatang.
Baca Juga: Mobil Bekas Rp40 Jutaan Minim Perbaikan, Ini 5 Pilihan Paling Bandel dan Murah Dirawat !
Nuhan Eko Wahyudi, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPC, terpilih sebagai salah satu formatur sekaligus menjadi satu-satunya figur kuat yang muncul sebagai calon nakhoda baru, mengingat sejauh ini belum ada figur lain yang secara terang-terangan muncul ke permukaan.
Menanggapi posisi strategisnya dalam tim formatur, Nuhan Eko Wahyudi menegaskan bahwa saat ini masih fokus pada mandat organisasi.
Dia meluruskan bahwa mekanisme muscab kali ini memang berbeda dengan pemilihan langsung di tempat.
"Memang biasanya muscab itu memilih ketua, tapi kalau sekarang sesuai aturan kita memilih formatur yang bertugas menyusun pengurus DPC siapa saja. Di muscab tadi, terpilih dua orang dari unsur PAC dan satu dari DPC," ujar Nuhan kepada Koran ini.
Dia menambahkan, statusnya saat ini masih sebatas formatur dan keputusan final tetap berada di tangan pengurus tingkat atas.
"Intinya masih formatur, masih menunggu keputusan DPP dan DPW. Belum bisa dikatakan sebagai ketua. Tugas saya sebagai formatur adalah menyusun kepengurusan," imbuhnya.
Disinggung mengenai kesiapannya jika nantinya ditunjuk untuk menggantikan posisi Agus Zunaidi, Nuhan menyatakan sikap loyalitasnya terhadap partai.
Baca Juga: Mobil Murah Irit BBM 2026: Ini 4 Pilihan Terbaik di Indonesia, Konsumsi Bisa Tembus 22 Km/L!
Dia enggan mendahului ketetapan pusat namun siap mengemban tanggung jawab jika mandat tersebut jatuh ke tangannya.
"Soal kesiapan, kalau nantinya diberi amanah ya siap, kalau tidak ya siap juga. Intinya tetap manut (patuh) pusat bagaimana keputusannya nanti," tegas Nuhan.(mg1/c1/sub)
Editor : Oksania Difa Ilmada