Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Segarnya Menyantap Soto Bening Hidden Gem di Blitar, Di Sini Lokasinya

M. Luki Azhari • Senin, 20 April 2026 | 12:36 WIB
Aroma kaldu ayam yang menyeruak di sebuah gang di Jalan dr. Wahidin, Kelurahan Kepanjenlor, seolah menjadi penunjuk jalan bagi para pemburu kuliner pagi di Kota Blitar.
Aroma kaldu ayam yang menyeruak di sebuah gang di Jalan dr. Wahidin, Kelurahan Kepanjenlor, seolah menjadi penunjuk jalan bagi para pemburu kuliner pagi di Kota Blitar.

BLITAR KAWENTAR - Aroma kaldu ayam yang menyeruak di sebuah gang di Jalan dr. Wahidin, Kelurahan Kepanjenlor, seolah menjadi penunjuk jalan bagi para pemburu kuliner pagi di Kota Blitar.

Meski lokasinya tersembunyi sekitar 100 meter masuk ke dalam gang, kedai Soto Ayam Jawa milik Ahmad Fauzi ini tak pernah sepi dari kepulan uap dan antrean pelanggan setia.

Baca Juga: Gebrakan Baru Pertanahan Kabupaten Blitar, Gandeng IPPAT Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf dan Validasi Data

Pria berusia 60 tahun asal Kelurahan Kauman tersebut bukanlah pemain baru dalam khazanah kuliner Bumi Bung Karno. 

Fauzi telah merints usahanya sejak tahun 1997.

Baca Juga: Tancap Gas! Menteri Nusron Wahid Program Kerja Prioritas Langsung Digulirkan, Janji Selesaikan Sengketa Lahan dan Percepat Sertipikat Elektronik

Ia mengenang masa-masa awal perjuangannya selama tiga bulan pertama dengan berkeliling menjajakan soto ke berbagai sudut kota.

"Dulu tiga bulan pertama saya keliling, cari tempat yang ramai. Sempat mangkal di depan kantor Kodim 0808 Blitar, kantor PLN, sampai di Jalan Kenanga juga pernah," kenang Ahmad Fauzi sembari menyiapkan pesanan pelanggan.

Baca Juga: Gebrakan Tanpa Ampun! Menteri Nusron Wahid Mafia Tanah Kini Tak Berkutik, Ratusan Hektare Lahan Berhasil Diselamatkan dari Cengkeraman Penjahat!

Ketekunannya berbuah manis. 

Setelah sempat menetap di lokasi sebelumnya selama 10 tahun, Fauzi kini telah menempati lokasinya yang sekarang selama 13 tahun terakhir.

Baca Juga: Tradisi Kirab Pusaka Eyang Djoego di Kesamben Blitar, Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi

Jarak dan lokasi yang tersembunyi nyatanya bukan penghalang bagi pelanggan. 

Bahkan, banyak di antara mereka yang sudah menjadi saksi perjalanan rasa soto ini sejak masa muda.

Baca Juga: Warga Harus Tahu! Cek Biaya PTSL 2026 Terbaru untuk Wilayah Jawa-Bali Agar Tidak Kena Pungli, Sertipikat Tanah Tetap Gratis?

"Banyak pelanggan tetap yang datang ke sini. Ada yang cerita kalau dulu ke sini waktu masih zaman pacaran, sekarang tahu-tahu sudah bawa anak bahkan cucunya ke sini," ujarnya.

Kekuatan utama soto racikan Fauzi terletak pada konsistensi rasa yang dijaga selama hampir tiga dekade.

Baca Juga: Warning Keras! Menteri Nusron Wahid Rapim 2026 Instruksikan Sapu Bersih Berkas Layanan Pertanahan yang Menumpuk, Tak Ada Ampun bagi Birokrasi Lambat!

Berbeda dengan kebanyakan soto di Jawa Timur yang terkadang menggunakan santan atau kemiri yang pekat, soto ini hadir dengan karakter kuah bening yang ringan di lidah. 

Sejak awal, ia memang enggan mengubah resep meskipun tren kuliner terus berganti.

Baca Juga: Perusahaan Nakal Siap-Siap! Kementerian ATR/BPN Karhutla Perketat Pengawasan HGU, Cabut Izin Jika Terbukti Biarkan Lahan Terbakar

"Yang membedakan itu soto saya kuahnya tidak pakai santan. Karakter bening seperti ini memang jarang ditemui di tempat lain. Selain kuah, saya pakai ayam kampung asli. Dari pertama dagang sampai sekarang tidak pernah ganti, harus ayam kampung," tegas pria ramah tersebut.

Tekstur kuahnya bersih, tanpa genangan minyak yang berlebih, namun tetap kaya akan rasa gurih yang berasal murni dari kaldu rebusan ayam kampung.

Baca Juga: Terobosan Baru! Layanan Pengukuran Terjadwal Mulai Diuji Coba di 38 Kantor Pertanahan, Tak Ada Lagi Berkas Menumpuk dan Antrean Lama!

Dalam satu porsi mangkuk ukuran sedang, pelanggan akan mendapati perpaduan nasi, irisan ayam kampung, sayuran segar, hingga taburan serbuk koya.

Fauzi mengaku tidak memiliki rahasia khusus selain menjaga kualitas bahan baku.

Baca Juga: Solusi Hunian Murah! Menteri Nusron Wahid Hunian Vertikal dan Kota Satelit Jadi Prioritas, Siapkan Lahan Strategis di Berbagai Wilayah Indonesia

"Cara saya bertahan ya hanya konsisten. Menjaga rasa bumbu yang tetap orisinal sesuai resep awal saya berjualan dulu," tambahnya.

Bagi masyarakat yang ingin mencicipi kesegaran soto ini, kedai yang berlokasi 100 meter ke arah barat dari kantor Polisi Militer ini mulai melayani pelanggan setiap hari sejak pukul 06.00 hingga 14.00 WIB.

Baca Juga: Mobil Bekas Rp40 Jutaan Minim Perbaikan, Ini 5 Pilihan Paling Bandel dan Murah Dirawat !

Kesederhanaan tempat dan autentisitas rasa tampaknya menjadi resep abadi mengapa soto ayam jawa ini tetap bertahan di tengah gempuran tren kuliner modern. (mg1/ady)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#soto kuah bening #kuliner legendaris #makanan #soto ayam #kuliner blitar