BLITAR KAWENTAR- Fenomena El Nino diperkirakan terjadi mulai akhir April hingga Oktober.
Mengantisipasi dampak kemarau panjang, Pemerintah Kota Blitar mulai menyiapkan sejumlah langkah di sektor pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh, mengatakan pihaknya telah menerima surat edaran dari gubernur terkait potensi El Nino tersebut.
“Kami sudah menerima SE dari gubernur terkait potensi El Nino, sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi,” ujarnya kepada Koran ini.
Baca Juga: Skor MCP KPK 2025 Kota Blitar Masuk Level Waspada, APIP Perketat Pengawasan di OPD
Menurut dia, langkah jangka pendek difokuskan pada kesiapan embung sebagai sumber air, mengingat sektor pertanian menjadi yang paling terdampak saat kemarau panjang.
“Jangka pendeknya kita siapkan embung-embung yang ada, karena yang terdampak langsung adalah petani,” katanya.
Saat ini, ujar dia, luas baku sawah di Kota Blitar mencapai sekitar 973 hektare.
DKPP juga mulai menyesuaikan pola tanam, termasuk mengarahkan petani beralih ke komoditas jagung saat musim kering.
Ketersediaan air di embung yang berada di wilayah Jatimalang dan Klampok saat ini masih dalam kondisi cukup, dengan kapasitas sekitar dua pertiga dari total daya tampung.
“Tak hanya itu, termasuk pola tanam, hingga beri pengarahan petani,” tegasnya.
Untuk jangka panjang, pemerintah juga mendorong penanaman pohon di kawasan tertentu dan sepanjang aliran sungai guna menjaga keseimbangan lingkungan.
Dewi menambahkan, produksi padi pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar 8.245 ton, didukung kondisi cuaca yang dinilai cukup baik pada musim tanam sebelumnya.
Baca Juga: Cerita Dibalik Destinasi Kali Talang di Blitar yang Jadi Tempat Nongkrong Hit Anak Muda Kekinian
“Karena cuaca mendukung, hasil panen tahun ini cukup baik,” pungkasnya. (bud/ady)
Editor : Oksania Difa Ilmada