KAWENTARAN - Peringatan Hari Kartini 2026 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan. Mengusung tema “Pemberdayaan, Kemandirian, dan Peran Perempuan di Era Digital serta Inspirasi Lintas Generasi”.
Wakil Wali (Wawali) Kota Blitar, Elim Tyu Samba, yang juga merupakan sosok pemimpin perempuan di Kota Blitar, menyampaikan bahwa perempuan saat ini memiliki peran strategis yang semakin luas, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Perempuan tidak hanya menjadi bagian dari pembangunan, tetapi juga penggerak utama.
Di era digital ini, perempuan harus mampu beradaptasi, berdaya, dan mandiri agar dapat terus berkontribusi secara optimal di berbagai sektor,” ujarnya.
Sebagai pemimpin perempuan, ia menilai bahwa perempuan memiliki kekuatan besar dalam menghadirkan perspektif yang inklusif, empatik, dan solutif dalam setiap pengambilan kebijakan.
Dia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas diri, membuka peluang usaha, hingga memperluas jaringan dan kolaborasi.
Baca Juga: Nissan Grafit 2026 Resmi Meluncur, MPV Murah 7-Seater Harga Rp100 Jutaan Ini Siap Guncang Pasar!
“Teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat potensi, bukan menjadi hambatan. Perempuan harus percaya diri, terus belajar, dan berani mengambil peluang di era digital,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wakil Wali Kota Blitar menyoroti pentingnya inspirasi lintas generasi dalam menjaga semangat perjuangan Kartini.
Menurutnya, nilai-nilai perjuangan tersebut perlu terus diwariskan dan diadaptasi sesuai dengan perkembangan zaman.
“Semangat Kartini adalah semangat untuk maju bersama.
Generasi muda perlu mengambil inspirasi, sementara generasi sebelumnya menjadi penguat dan pembimbing.
Dengan kolaborasi lintas generasi, kita bisa menciptakan perempuan-perempuan tangguh di masa depan,” jelasnya.
Peringatan Hari Kartini 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendorong pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan di Kota Blitar. (*/ady)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar