KAWENTARAN - Momentum peringatan Hari Kartini 2026 menjadi pemantik semangat bagi kaum perempuan di Kota Blitar untuk terus berdaya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Blitar, Kharisa Rizqi Umami Muhibbin, menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini masih sangat relevan (related) dengan dinamika kehidupan perempuan di era modern saat ini.
Istri wali kota ini menegaskan bahwa perjuangan Kartini bukan sekadar catatan sejarah, melainkan pondasi utama dalam aspek pendidikan, emansipasi, hingga kritik sosial. Menurut dia, kunci utama kemajuan kaum hawa terletak pada kualitas pendidikan yang mumpuni.
"Pendidikan adalah kunci yang diperjuangkan RA Kartini sejak dulu. Melalui pendidikan, perempuan memiliki bekal untuk setara secara intelektual.
Jika dulu perempuan hanya terbatas pada ranah domestik, kini kita melihat perempuan-perempuan hebat Blitar sudah mengambil peran strategis di ranah publik," ujarnya ibu ramah ini.
Sebagai seorang perempuan yang memegang tanggung jawab besar sebagai istri wali kota, Ketua PKK, sekaligus seorang guru, Kharisa mengaku tetap mengutamakan peran ibu di dalam rumah.
"Meski agenda publik sangat padat, tanggung jawab domestik seperti mengurus suami dan anak adalah prioritas utama.
Sesibuk apa pun organisasi yang kita ikuti, peran sebagai ibu jangan sampai ditinggalkan. Itulah esensi dari perempuan tangguh; hebat di luar, namun tetap menjadi cahaya yang hangat di rumah," bebernya.
Dia bersyukur sang suami, Mas Ibin selalu memberikan dukungan penuh (support) terhadap aktivitasnya.
Dukungan tersebut menjadi energi tambahan baginya untuk terus berupaya meningkatkan pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Bung Karno.
Baca Juga: Nissan Grafit 2026 Resmi Meluncur, MPV Murah 7-Seater Harga Rp100 Jutaan Ini Siap Guncang Pasar!
Melalui refleksi Hari Kartini ini, Kharisa berharap perempuan Blitar berani menyuarakan kritik sosial yang membangun dan tidak takut untuk maju.
"Kartini dulu menggebrak kritik sosial saat perempuan dianggap tidak pantas bersuara. Sekarang, saatnya kita melanjutkan tongkat estafet itu demi masa depan Blitar yang lebih inklusif dan sejahtera," pungkasnya.
Editor : Saifullah Muhammad Jafar