KAWENTARAN - Sosok Kartini masa kini tidak selalu mereka yang tampil di podium besar.
Bagi warga Kecamatan Kepanjenkidul, semangat itu hadir dalam diri dr. Triana Sulistyaningsih.
Sebagai Kepala UPT Puskesmas Kepanjenkidul, ia menjadi sosok di balik layar yang berhasil mengawal keselamatan ibu hamil hingga mencapai titik nol kematian.
Lahir di Sampang, Madura, dr. Triana membawa warisan dedikasi dari almarhum sang ayah yang dulu dikenal sebagai Direktur RSUD Mardi Waluyo.
Namun, jalan dr. Triana tidaklah instan. Lulusan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini sempat meniti karier sebagai minoritas di Denpasar, Bali, mengikuti langkah sang suami.
Di Bali, impiannya menjadi dokter spesialis kulit perlahan bergeser.
"Mindset saya berubah saat bersentuhan langsung dengan masyarakat. Saya jatuh cinta pada dunia edukasi dan pemberdayaan," kenang perempuan warga Jalan Nias ini.
Sebagai pemimpin perempuan, empati perempuan yang tahun ini genap berusia 45 tahun ini terusik saat melihat ada 4 kasus kematian ibu hamil di wilayahnya pada tahun 2021 akibat lambatnya respons keluarga.
Ia pun meluncurkan program Lisa Si PeLuk Cinta (Optimalisasi Peran Keluarga dan Pendamping dalam Memantau Kesehatan Ibu Hamil).
Melalui program ini, Triana mewajibkan kehadiran suami atau keluarga dalam edukasi dan senam hamil.
Baca Juga: Nissan Grafit 2026 Resmi Meluncur, MPV Murah 7-Seater Harga Rp100 Jutaan Ini Siap Guncang Pasar!
Ia ingin memastikan bahwa ibu hamil tidak berjuang sendirian. “Alhamdulillah, pasca 2021, lalu 2022 hingga tahun 2025, nol kasus kematian ibu,” tuturnya.
Tak hanya itu, ia juga sukses menurunkan angka anemia remaja dari 24 persen menjadi 11 persen melalui program tablet tambah darah yang lebih terarah.
Menjadi pemimpin perempuan di instansi publik bukanlah tanpa tantangan. dr. Triana seringkali menghadapi dinamika dipandang sebelah mata.
Namun baginya, itulah "seni" dalam memahami berbagai karakter manusia. "Wanita jangan takut melangkah selama kita ada di koridor yang benar.
Kita bukan ingin melebihi laki-laki, tapi menjadi partner yang baik bagi mereka," ungkapnya.
"Ayo berperan aktif. Periksalah saat sehat, jangan menunggu sakit. Karena mencegah dan mendeteksi dini jauh lebih mudah daripada mengobati," tutupnya. (mg1/ady)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar