BLITAR KAWENTAR - Perempuan masa kini bukan hanya meneruskan mimpi Kartini, tetapi menghidupkannya dalam gerakan nyata yang membumi di tengah masyarakat.
Perempuan masa kini harus berdaya dan berdampak.
Baca Juga: Nissan Grit vs Renault Triber Bikin Heboh: Duel MPV 7-Seater Murah, Siapa Paling Worth It di 2026?
Bersama Fatayat, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Blitar, Ufik Rohmatul Fitria menyaksikan sendiri bagaimana perempuan belajar berdaya, berani mengambil peran, dan tumbuh sebagai pemimpin di ruang-ruang sosial maupun keagamaan.
“Perempuan masa kini bukan hanya meneruskan mimpi Kartini, tapi menghidupkannya dalam aksi. Bersama Fatayat, kita belajar berdaya, bergerak, dan berdampak. Bukan sekadar hadir, tapi memberi arti,” tegasnya.
Baca Juga: Makna Hari Kartini Bagi Wakil Wali Kota Blitar: Perempuan harus Berdaya dan Mandiri di Era Digital
Dari majelis taklim, forum kaderisasi, hingga gerakan pelayanan masyarakat, Fatayat menjadi ruang belajar yang menguatkan kapasitas sekaligus keberanian perempuan untuk hadir sebagai penggerak perubahan.
“Di Fatayat, kami tidak sekadar hadir sebagai anggota organisasi, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar besar membangun peradaban dari akar kehidupan: keluarga. Karena kami percaya, Fatayat yang kuat akan membentuk keluarga hebat,” ungkap Ning Ufik.
Baca Juga: Kepala Desa Wonorejo Blitar Semangat Hari Kartini untuk Dorong Pemberdayaan dan Kesetaraan
Dari ranting hingga cabang, Fatayat menguatkan akar, bergerak bersama, dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Bersama Fatayat, para perempuan tidak hanya bergerak, tetapi memberi arti. (*/c1/ynu)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda