Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Kepala Desa Wonorejo Blitar Semangat Hari Kartini untuk Dorong Pemberdayaan dan Kesetaraan.

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 21 April 2026 | 14:40 WIB
Semangat emansipasi perempuan yang diperingati dalam Hari Kartini tecermin dalam kepemimpinan Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, Fendriana Anitasari.
Semangat emansipasi perempuan yang diperingati dalam Hari Kartini tecermin dalam kepemimpinan Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, Fendriana Anitasari.

BLITAR KAWENTAR - Semangat emansipasi perempuan yang diperingati dalam Hari Kartini tecermin dalam kepemimpinan Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, Fendriana Anitasari. 

Dia menilai peran perempuan saat ini semakin diakui, termasuk dalam ranah kepemimpinan di tingkat desa.

Baca Juga: Nissan Grit Resmi Mengguncang Pasar MPV Murah 2026: 7-Seater Rp 5,6 Jutaan, Fitur Super Lengkap Bikin Kompetitor Ketar-Ketir!

Fendriana mengaku tidak menemui hambatan berarti selama menjabat sebagai kepala desa. 

Menurutnya, masyarakat kini semakin terbuka terhadap kesetaraan gender sehingga perempuan memiliki ruang yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan.

Baca Juga: Nissan Grit Resmi Meluncur Bikin Geger Pasar MPV Murah: Harga Rp 5,6 Jutaan, 7-Seater dengan Fitur Lengkap!

“Alhamdulillah sejauh ini yang sudah saya jalani itu tidak ada masalah. Masyarakat sekarang sudah mengakui emansipasi wanita, jadi tidak ada perbedaan karena laki-laki dan perempuan sudah setara,” ujarnya.

Dalam momentum peringatan Hari Kartini, dia juga menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari pembangunan desa.

Baca Juga: Nissan Grit vs Renault Triber Bikin Heboh: Duel MPV 7-Seater Murah, Siapa Paling Worth It di 2026?

Di Desa Wonorejo, berbagai program telah dijalankan untuk mendorong perempuan agar lebih produktif, khususnya bagi mereka yang sebelumnya berfokus pada aktivitas domestik.

Melalui kelompok wanita tani, para perempuan mendapatkan pelatihan menanam tanaman obat keluarga (toga) hingga sayur-mayur.

Baca Juga: Makna Hari Kartini Bagi Wakil Wali Kota Blitar: Perempuan harus Berdaya dan Mandiri di Era Digital

Selain itu, pelatihan pembuatan batik ecoprint juga dikembangkan sebagai potensi unggulan desa yang melibatkan partisipasi aktif perempuan.

”Perempuan di sini kami dorong agar bisa produktif dan membantu ekonomi keluarga melalui kegiatan yang menghasilkan secara finansial,” jelasnya.

Baca Juga: Toyota Calya vs Daihatsu Sigra Bikin Heboh: Adu LCGC MPV 7-Seater, Siapa Lebih Hemat dan Nyaman?

 

Di tengah peran tersebut, Fendriana juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara tugas sebagai pemimpin dan peran dalam keluarga.

Dia memastikan keduanya tetap berjalan seiring tanpa mengurangi tanggung jawab masing-masing.

Baca Juga: Nissan Grafite 2026 Gegerkan Pasar! MPV 7 Seater Rp100 Jutaan Siap Tantang Sigra dan Calya dengan Fitur Mewah

”Yang jelas saya tidak pernah mengurangi kewajiban sebagai ibu dan tetap menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat dengan baik,” katanya.

Dia pun mengajak generasi muda perempuan untuk meneladani semangat Kartini dengan berani mengembangkan potensi diri.

Baca Juga: Nissan Grafite 2026 Bikin Geger! MPV 7 Seater Rp140 Jutaan Siap Guncang Pasar, Calya dan Sigra Wajib Waspada

“Jangan pernah takut menunjukkan potensi diri. Perempuan juga bisa berkontribusi dalam pembangunan, mulai dari keluarga hingga negara,” pungkasnya.(kho/c1/sub)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#Fendriana Anitasari #emansipasi perempuan #batik ecoprint #pemberdayaan perempuan #hari kartini