BLITAR KAWENTAR - Semangat Hari Kartini tidak hanya terasa di bidang pendidikan dan sosial, tetapi juga hadir dalam sektor pengelolaan pajak daerah.
Kepala Bapenda Kabupaten Blitar, Asmaning Ayu menegaskan, peran perempuan juga strategis dalam menjaga stabilitas pendapatan daerah untuk pembangunan.
Ayu, sapaan akrabnya, mengaku kunci utama dalam pelaksanaan tugas sebagai penegak pajak adalah sinergi, koordinasi, dan komunikasi lintas sektor.
Sebelum melangkah, dia selalu melakukan identifikasi dan analisis terhadap berbagai persoalan serta kendala yang dihadapi.
Baca Juga: Refleksi Hari Kartini di Mata Ketua GOW Kota Blitar: Mari Terjang Ranah Publik Tanpa Abaikan Kodrat
“Kami menyiapkan regulasi dan standar operasional prosedur (SOP), namun yang paling penting adalah memperkuat tim kerja . Tim yang solid menjadi kunci utama,” ujarnya.
Dia melanjutkan, membangun kebersamaan di internal tim bapenda menjadi prioritas, namun tentu tidak mudah.
Terlebih, tahun lalu, dia menciptakan inovasi pada pajak MBLB, yang dalam pelaksanaan sempat menghadapi penolakan dari sejumlah pihak.
Namun, semangat kartini yang dimiliki oleh Ayu mengubah kondisi tersebut dengan melakukan komunikasi dan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan menjadi sangat penting.
Meskipun begitu, Ayu memiliki perasaan khawatir karena menghadapi wajib pajak (WP) dengan berbagai karakter.
“Rasa khawatir tentu ada di awal dan itu manusiawi. Namun dengan kesiapan dan regulasi yang jelas, kami optimistis bisa melangkah dalam pemungutan MBLB demi Kabupaten Blitar,” imbuhnya.
Dia juga menyebutkan bahwa langkah tersebut telah didukung legal opinion dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Blitar sebagai penguatan dari sisi hukum.
Hal itu semakin menegaskan bahwa kebijakan yang diambil memiliki dasar yang kuat.
Baca Juga: Renault Triber MPV Murah 7-Seater Bikin Kaget: Stabil di Tol, Tapi Mesin 1000cc Jadi Sorotan!
Lebih lanjut, Asmaning Ayu menekankan bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.
“Pembayaran pajak merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah,” jelasnya.
Baca Juga: Toyota Calya vs Daihatsu Sigra Bikin Heboh: Adu LCGC MPV 7-Seater, Siapa Lebih Hemat dan Nyaman?
Dalam momentum Hari Kartini, dia memaknai amanah sebagai pejabat publik harus dijalankan dengan integritas, kerja cerdas, serta ketulusan.
Menurutnya, setiap kesempatan harus dimanfaatkan untuk memberikan kinerja terbaik.
Baca Juga: Makna Hari Kartini Bagi Wakil Wali Kota Blitar: Perempuan harus Berdaya dan Mandiri di Era Digital
“Pada akhirnya, pimpinan akan menilai kinerja kita. Maka dari itu, penting bagi kita untuk bekerja dengan maksimal,” pungkasnya.(jar/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda