Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Hari Kartini 2026, Founder Mahita Niska Nusantara Blitar Bicara Tentang Kedaulatan Ekonomi Perempuan di Desa

M. Subchan Abdullah • Selasa, 21 April 2026 | 13:48 WIB
INSPIRATIF: Direktur CV Aswindra Desa Nusantara sekaligus Founder PT Mahita Niska Nusantara, Dwi Pujiasih mendampingi Mendes PDT, Yandri Susanto dalam Lepas Perdana Ekspor Kendang Djembe beberapa waktu lalu.
INSPIRATIF: Direktur CV Aswindra Desa Nusantara sekaligus Founder PT Mahita Niska Nusantara, Dwi Pujiasih mendampingi Mendes PDT, Yandri Susanto dalam Lepas Perdana Ekspor Kendang Djembe beberapa waktu lalu.

BLITAR KAWENTAR - Bagi Dwi Pujiasih, peringatan Hari Kartini bukan sekadar ritual berkebaya atau seremoni tahunan. Sosok dibalik CV. Aswindra Desa Nusantara sekaligus Founder PT Mahita Niska Nusantara dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Ngoran ini memandang emansipasi melalui kaca mata yang lebih fundamental, kedaulatan ekonomi perempuan di akar rumput.

Melalui ekosistem pemberdayaan yang ia rintis, ibu tiga anak asal Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok ini sedang menyiapkan langkah besar. Ia bertekad membawa potensi unggulan desa-desa di wilayah Blitar dan Sekitarnya menembus pasar global, membuktikan bahwa produk lokal memiliki daya saing international.

Perjalanan Dwi Pujiasih dimulai dari dunia teknis yang kaku sebagai lulusan Teknik Sipil. Ia mengawali kariernya pada tahun 2003 di Program Pengembangan Kecamatan (PPK), PNPM-Mandiri Perdesaan hingga Program Pembangunan Kawasan Perdesaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indionesia. Pengalaman belasan tahun terjun langsung di lapangan telah mengubah pola pikirnya secara total dan membuatnya bisa menjadi Mitra ESR PT. Astra International Tbk untuk Program Desa Sejahtera Astra (DSA) sejak tahun 2022 sampai sekarang.

Baca Juga: Momentum Hari Kartini, Ketua STIEKEN Blitar Ajak Perempuan Tetap Semangat Mandiri dan Tak Lelah Berkarya

Bagi Dwi, memajukan desa bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, melainkan membangun kemandirian masyarakatnya, terutama perempuan, agar mampu berdikari secara ekonomi. Membangun fisik hanyalah permukaan dari sebuah perubahan. Tantangan sesungguhnya terletak pada apa yang tidak kasat mata yakni, pola pikir masyarakat

"Membangun gedung itu mudah, tetapi mengubah pola pikir adalah perjuangan yang sesungguhnya. Tugas saya adalah mengedukasi, memberikan penyadaran kepada masyarakat agar mereka bisa melihat nilai lebih dari potensi unggulan di desa," ungkapnya.

Founder PT Mahita Niska Nusantara, Dwi Pujiasih bicara tentang kedaulatan perempuan dan kemandirian finansial masyarakat desa di momen Hari Kartini.
Founder PT Mahita Niska Nusantara, Dwi Pujiasih bicara tentang kedaulatan perempuan dan kemandirian finansial masyarakat desa di momen Hari Kartini.

Filosofi ini ia wujudkan melalui pelepasan Ekspor Perdana Kendang Djembe Desa Ngoran ke Tiongkok  oleh Menteri Desa PDTT serta melaui inovasi ECOPINE di Desa Bedali, Kediri. ECOPINE bukan konsep wisata, melainkan bukti nyata bahwa limbah daun nanas yang dulunya terabaikan, kini disulap menjadi serat nanas yang bernilai ekonomi tinggi. “Kerja keras kolektif ini berhasil menghantarkan saya dan tim meraih Juara 3 Lomba KBA/DSA Innovation 4 Pilar Astra tahun 2025,” terangnya.

Baca Juga: Nissan Tera Disorot! Deretan Kekurangan yang Bikin Heboh: Dari Dashboard Kurang Premium hingga Kabin Sempit di Baris Belakang

Efektivitas pendampingan hands-on yang dilakukannya melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA) mulai membuahkan hasil yang terukur. Di Desa Ngoran, sentuhan inovasinya pada industri kreatif dan agribisnis berhasil meningkatkan pendapatan rumah tangga warga hingga 30 persen.

Kini, ambisinya tidak lagi terbatas pada batas desa. Melalui PT. Mahita Niska Nusantara, ia tengah mempersiapkan langkah besar yakni, produksi nanas kaleng untuk memenuhi permintaan pasar mancanegara di Timur Tengah hingga Amerika. “Ini babak baru bagi perjuangan saya, sebuah perjalanan dari desa, oleh desa, untuk dunia,” tuturnya.

“Perempuan adalah tulang punggung rumah tangga. Jika perempuan berdaya dan cerdas finansial, anak-anak akan tumbuh lebih tangguh dan pendidikan mereka lebih terjamin,” tegas sosok yang juga pernah menjadi perwakilan Indonesia untuk Program Benchmark To China bagi Kepala Desa, BUMDesa dan Pengiat Desa di Tahun 2019.

Baca Juga: Diskon Daihatsu Sigra 2026 Menggila! Harga Mulai Rp130 Jutaan, DP Rp8 Juta Bisa Bawa Pulang Mobil Keluarga

Disinggung soal visi kemanusiaan, dalam waktu dekat Dwi akan meluncurkan program inklusi yang menyentuh teman-teman disabilitas. Berawal dari temuan bahwa tabuhan Kendang Djembe dapat menjadi media terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus, Dwi berencana menggandeng SLB di Kota Blitar untuk pelatihan kewirausahaan.

"Harapan saya, adik-adik di SLB memiliki bekal produktivitas yang nyata saat lulus nanti. Saya ingin kemandirian ekonomi menjadi milik siapa saja tanpa kecuali melalui potensi lokal yang kita miliki," harapan perempuan yang kini menempuh pendidikan S2 Sosiologi di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

Baginya, di momen Kartini ini pemberdayaan adalah ilmu yang terus tumbuh. Lewat sinergi antara peran profesionalnya dan kemitraan strategis dengan Astra, ia terus membuktikan bahwa semangat Kartini yang sesungguhnya adalah tentang memberi nilai tambah, baik bagi produk desa agar mendunia, maupun bagi martabat manusia di dalamnya. (mg1/ady)

Baca Juga: Nissan Grafit 2026 Bikin Geger Pasar LMPV: MPV 7-Seater Rp 140 Jutaan Siap Hantam Dominasi Sigra dan Calya!

Editor : Muhammad Adib Falih Rifly
#Dwi Pujiasih #inspiratif #hari kartini