Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Melihat Gaya Lucu Siswa Sekolah Luar Biasa Peringati Momen Hari Kartini di Kota Blitar

M. Subchan Abdullah • Rabu, 22 April 2026 | 11:00 WIB
PENUH PERCAYA DIRI: Siswa SLB Negeri 4 Kota Blitar melenggang dalam balutan busana tradisional saat peragaan busana peringatan Hari Kartini, kemarin (21/4).
PENUH PERCAYA DIRI: Siswa SLB Negeri 4 Kota Blitar melenggang dalam balutan busana tradisional saat peragaan busana peringatan Hari Kartini, kemarin (21/4).

BLITAR KAWENTAR - Kartini bukan hanya milik mereka yang beruntung secara fisik dan intelektual.

Di Jalan DR Sutomo, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, perayaan itu berubah menjadi panggung keberanian bagi mereka yang sering kali dipandang sebelah mata.

Tak ada jarak, tak ada beda. Semua merayakan asa di Hari Kartini dengan penuh semangat.

Baca Juga: Modifikasi Karimun Wagon R Jadi 'Kotak Sabun' Mewah: Intip Rahasia Ubahan Simpel tapi Ganteng Maksimal untuk Harian!

“Aku anak laki-laki, aku ingin belajar dan berani. Seperti Kartini yang hebat, aku juga ingin kuat”. Bait-bait puisi berjudul Aku Juga Bisa, Seperti Kartini itu menggema di aula sederhana SLB Negeri 4 Kota Blitar, Senin (21/4) kemarin.

Suara itu milik Azril. Seorang siswa kelas III SD. Di depan barisan guru dan teman-temannya, Azril berdiri tegak.

Meski ia merupakan penyandang tunagrahita ringan, keraguan seolah lenyap dari raut wajahnya.

Baca Juga: Modifikasi Karimun Kotak Budget Pelajar: Cukup Rp10 Juta Bisa Tampil Ganteng dan Nyaman buat Tinggi 184 Cm!

Dia membaca tiap bait dengan saksama, menutup penampilannya dengan sebuah kalimat yang menyentuh sanubari.

“Terima kasih, Kartini. Aku akan terus mencoba menjadi anak yang hebat dan berguna,” tutupnya.

Perayaan Hari Kartini di sekolah ini memang tak biasa. Di sini, semangat Kartini tidak diterjemahkan sebagai sekadar lomba, tetapi perayaan atas hak untuk setara.

Baca Juga: Masih Jadi Idaman! Harga Bekas Honda Jazz 2016 Tetap Digdaya di Tahun 2025, Ternyata Ini Rahasia Hatchback Legendaris GK5 yang Sulit Turun Harga

Usai pembacaan puisi, aula tersebut disulap menjadi catwalk dadakan.

Satu per satu siswa melenggang dengan busana jadul ala Kartini bagi yang perempuan, serta lurik dan batik bagi laki-laki.

Pemandangan di atas karpet hijau itu sangat jujur.

Baca Juga: Legenda City Car Kembali! Intip Bocoran Spesifikasi dan Harga Suzuki Karimun 2026, Tampil Lebih Sporty dan Iritnya Kebangetan

Ada anak yang melangkah kaku, namun ada pula yang begitu luwes bergaya bak model profesional.

Ekspresi yang muncul pun beragam.

Ada yang tersenyum lebar hingga memamerkan gigi, ada yang memasang wajah lucu, hingga ada yang tampak murung karena malu.

Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Siap Meluncur: Interior Mewah dan Mesin Hybrid Super Irit, Bakal Jadi Ancaman Serius bagi Ayla dan Agya?

Namun, di mata para pendidik, tiap langkah kecil itu adalah sebuah revolusi besar.

Kepala SLB Negeri 4 Kota Blitar, Luluil Chinajah, menatap bangga ke arah 52 anak didiknya.

Baginya, setiap anak yang berani tampil adalah juara.

“Akhirnya semua menang. Anak berkebutuhan khusus itu harus dimenangkan menurut saya,” ujar perempuan berusia 57 tahun tersebut.

Baca Juga: Berikut adalah draf berita online yang disusun dengan standar jurnalistik Jawa Pos, dioptimalkan untuk SEO, dan disesuaikan untuk audiens blitarkawentar. 1. Judul Berita (Headline

Luluil memahami betul dinamika batin anak-anak spesial ini.

Itulah sebabnya, pihak sekolah memutuskan untuk memberikan hadiah alat tulis kepada seluruh siswa tanpa terkecuali.

Dia tak ingin ada satu pun anak yang pulang dengan rasa sedih hanya karena tidak mendapatkan label juara.

Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Resmi Meluncur! City Car Paling Irit dan Modern, Harga Mulai 160 Jutaan

“Kita apresiasi semua siswa meskipun ada pemenang terbaik nantinya. Kalau ada yang tidak diberi, biasanya mereka menangis. Kami harus jaga rasa percaya diri mereka,” tambahnya.

Sekolah ini menaungi siswa dengan berbagai latar belakang keistimewaan.

Mulai dari hambatan penglihatan (tuna netra), rungu wicara, hingga hambatan intelektual.

Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Resmi Meluncur! City Car Paling Irit dan Modern, Harga Mulai 140 Jutaan Cocok untuk Keluarga Muda Blitar

Dari total 52 siswa, sebarannya mencakup 11 siswa TK, 32 siswa SD, 8 siswa SMP, dan 1 siswa SMA.

Mayoritas dari mereka adalah anak-anak dengan spektrum autis dan hiperaktif.

Bagi Luluil dan para pengajar, indikator kesuksesan tidak melulu soal angka-angka akademik.

Baca Juga: Suzuki Karimun Kotak 2005 Masih Jadi Incaran, Ini Kelebihan dan Harga Bekas yang Bikin Banyak Orang Tergiur!

Pasalnya, bagi anak dengan intelektual di bawah rata-rata, logika akademik sering kali menemui jalan terjal.

“Mau berangkat sekolah dan berani masuk gerbang tanpa menangis saja sudah perkembangan luar biasa bagi mereka dan orang tua,” kenangnya.

Peringatan Hari Kartini ini juga menjadi media edukasi bagi para wali murid.

Baca Juga: Mobil Bekas Terbaik Harga Rp80 Jutaan yang Paling Irit dan Minim Perawatan, Toyota Yaris hingga Kijang Innova Jadi Rekomendasi Utama

Pihak sekolah menekankan kolaborasi, termasuk soal penggunaan baju adat.

Meski merupakan arahan dinas, tidak ada kewajiban penggunaan kebaya mewah.

Baginya, kondisi ekonomi wali murid yang beragam harus tetap dihargai.

Baca Juga: Bocoran Harga Suzuki Karimun 2026 Tipe Tinggi: Mobil Perkotaan Paling Praktis yang Iritnya Juara, Intip Spesifikasi Lengkapnya di Sini!

Yang utama adalah bagaimana anak-anak meniru semangat sosok Kartini dalam membela kaumnya dan memperjuangkan masa depan.

Setiap hari, sekolah ini menjadi laboratorium pembiasaan.

Para guru mencari celah kelebihan di balik kekurangan masing-masing anak.

Baca Juga: Menteri Nusron Wahid Tegaskan Kawasan Industri Indramayu Bebas Sengketa, Pastikan Lahan Tidak Masuk ke Lahan Sawah Dilindungi (LSD)!

Dia percaya, suatu saat nanti, kemandirian itu akan datang jika mereka terus dibiasakan sejak dini.

“Di balik ketidakmampuan, pasti ada kelebihan. Tugas kita adalah mengasah keterampilannya untuk bekal mereka setelah sekolah nanti,” pungkasnya.

Perayaan sederhana itu berakhir dengan tawa dan sorak sorai.

Baca Juga: Menang-Mending Mobil Bekas Rp50-80 Jutaan: Jangan Salah Pilih, Ini Rekomendasi Ahli agar Uang Anda Tidak Terbuang Sia-sia

Di balik balutan kebaya dan lurik yang mereka kenakan, Azril dan kawan-kawannya telah membuktikan bahwa api semangat Kartini tetap menyala terang, bahkan di dalam sunyi dan keterbatasan. (*/c1/ady)

Editor : Muhammad Adib Falih Rifly
#SLB Blitar #SLBN 4 Kota Blitar #busana tradisional #emansipasi wanita #hari kartini