Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ada Penyesuaian Harga BBM, Dewan Minta Pemkot Blitar Lebih Efisien Mengkonsumsi BBM

M. Subchan Abdullah • Rabu, 22 April 2026 | 10:59 WIB
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti pertamax hingga pertamina dex dinilai berpotensi memicu inflasi di daerah.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti pertamax hingga pertamina dex dinilai berpotensi memicu inflasi di daerah.

KAWENTARAN - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti pertamax hingga pertamina dex dinilai berpotensi memicu inflasi di daerah.

Dampaknya diperkirakan akan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pengguna kendaraan yang tidak bisa beralih ke BBM subsidi.

Baca Juga: Menakar Perencanaan Pembangunan Jatim: Antara Presisi Data dan Realisasi di Lapangan

Ketua DPRD Kota Blitar, Syahrul Alim, menilai kenaikan harga tersebut cukup signifikan dan berpotensi menambah beban pengeluaran masyarakat.

“Kalau melihat kondisi di lapangan, kenaikannya cukup terasa. Ini berpotensi memicu inflasi karena banyak kendaraan yang tidak bisa menggunakan BBM subsidi,” ujarnya.

Baca Juga: Mobil Bekas Terbaik Harga Rp80 Jutaan yang Paling Irit dan Minim Perawatan, Toyota Yaris hingga Kijang Innova Jadi Rekomendasi Utama

Dia menjelaskan, khusus kendaraan berbahan bakar diesel, pilihan masyarakat menjadi semakin terbatas.

Selisih harga antara solar subsidi dan dexlite maupun pertamina dex dinilai cukup tinggi.

Baca Juga: Suzuki Karimun Kotak 2005 Masih Jadi Incaran, Ini Kelebihan dan Harga Bekas yang Bikin Banyak Orang Tergiur!

“Kalau bensin masih ada alternatif, tapi untuk solar ini lebih sulit karena selisih harganya cukup jauh,” jelasnya.

Menurutnya, dampak kenaikan BBM tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga pemerintah daerah, terutama pada anggaran operasional kendaraan dinas.

Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Resmi Meluncur! City Car Paling Irit dan Modern, Harga Mulai 140 Jutaan Cocok untuk Keluarga Muda Blitar

Karena itu, DPRD mendorong adanya efisiensi penggunaan BBM di lingkungan pemerintahan.

“Operasional harus lebih efisien. Kegiatan di dalam kota yang tidak terlalu mendesak bisa diupayakan tanpa kendaraan,” katanya.

Baca Juga: Berikut adalah draf berita online yang disusun dengan standar jurnalistik Jawa Pos, dioptimalkan untuk SEO, dan disesuaikan untuk audiens blitarkawentar. 1. Judul Berita (Headline

Dia menambahkan, efisiensi bisa dilakukan dengan memanfaatkan alternatif transportasi yang lebih hemat, termasuk kendaraan listrik atau moda lain yang memungkinkan.

Meski demikian, dia menegaskan efisiensi tidak boleh mengganggu pelayanan publik.

Baca Juga: Legenda City Car Kembali! Intip Bocoran Spesifikasi dan Harga Suzuki Karimun 2026, Tampil Lebih Sporty dan Iritnya Kebangetan

Kegiatan yang membutuhkan kehadiran di lapangan tetap harus berjalan.

“Efisiensi bukan berarti mengurangi kinerja. Yang penting tetap berjalan, tapi penggunaannya lebih bijak,” tegasnya.

Baca Juga: Legenda City Car Kembali! Intip Bocoran Spesifikasi dan Harga Suzuki Karimun 2026, Tampil Lebih Sporty dan Iritnya Kebangetan

Selain itu, DPRD juga mendorong pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan yang berpihak pada masyarakat guna menjaga stabilitas ekonomi di tengah kondisi global yang tidak menentu.

“Kondisi global juga berpengaruh. Maka, kebijakan daerah harus bisa menjaga agar ekonomi tetap stabil,” pungkasnya. (bud/c1/ady)

Editor : Saifullah Muhammad Jafar
#solar subsidi #dprd kota blitar #dexlite #Syahrul Alim #bbm