BLITAR KAWENTAR – Belum adanya toko obat khusus untuk hewan di Bumi Penataran mendorong pemerintah daerah setempat untuk membuka peluang pendirian apotek veteriner.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan layanan kesehatan hewan.
Peluang pendirian apotek veteriner muncul seiring adanya regulasi baru terkait peredaran obat, khususnya di bidang kedokteran hewan.
Apalagi di Jawa Timur jarang ada toko obat khusus hewan.
“Para dokter hewan, kami harapkan bisa mendirikan apotek veteriner. Kami tentu mendukung agar ini bisa segera terwujud,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Blitar Beky Herdihansah.
Dia melanjutkan, keberadaan apotek veteriner diharapkan bisa segera terealisasi di Kabupaten Blitar.
Nantinya, apotek tersebut dapat berdiri di klinik-klinik hewan dan dikelola oleh dokter hewan.
Beky yang juga memiliki latar belakang pengusaha peternakan ini menilai, keberadaan apotek veteriner akan memperkuat layanan kesehatan hewan.
Khususnya dalam penyediaan obat yang sesuai dengan kebutuhan hewan.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Timur VIII, drh Riris Dian Wiwahyu menjelaskan, apotek veteriner sebenarnya sudah mulai berkembang di beberapa daerah, seperti di Jawa Tengah.
Namun, untuk wilayah daerah kecil, termasuk Blitar, fasilitas tersebut masih belum tersedia.
“Apotek veteriner ini sebenarnya sudah ada di beberapa daerah, tapi untuk wilayah seperti Blitar masih belum ada. Padahal ini penting untuk mewadahi kebutuhan dokter hewan,” ungkapnya.
Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Resmi Meluncur! City Car Paling Irit dan Modern, Harga Mulai 160 Jutaan
Riris menambahkan, selama ini penggunaan obat di bidang kedokteran hewan masih didominasi oleh produk obat manusia.
Kondisi tersebut dinilai kurang ideal karena peruntukannya berbeda.
Maka dari itu, perlu adanya apotek veteriner untuk lebih memfasilitasi masyarakat Bumi Penataran yang banyak memiliki hewan.
“Sekitar 67 persen obat yang digunakan masih dari produk manusia. Ke depan, kita ingin lebih spesifik menggunakan obat untuk hewan agar tidak terjadi kesalahan penggunaan,” terangnya.
Meski selama ini tidak ditemukan kasus signifikan terkait kesalahan penggunaan obat, namun keberadaan apotek veteriner diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus kesejahteraan hewan.
“Harapannya, dengan adanya apotek veteriner, pelayanan kesehatan hewan bisa lebih optimal dan kesejahteraan hewan juga lebih terpantau,” pungkasnya.(jar/c1/sub)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly