Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Protes Bau Limbah Kotoran Ayam Petelur di Desa Ngaringan Bakal Berlanjut di Meja Hearing DPRD Kabupaten Blitar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 22 April 2026 | 11:50 WIB
Warga Lanjut Hearing dengan Dewan, Protes Bau Limbah Kotoran Ayam Petelur
Warga Lanjut Hearing dengan Dewan, Protes Bau Limbah Kotoran Ayam Petelur

 

BLITAR KAWENTARWarga Dusun Bintang, Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, yang memprotes bau limbah kotoran ayam dari peternakan ayam petelur milik CV BIG bakal kembali hearing atau rapat dengar pendapat dengan DPRD Kabupaten Blitar.

Itu setelah kemarin (21/4), warga bersama pemerintah desa setempat, perwakilan sekretariat DPRD, dan kepolisian menggelar pertemuan di rumah warga setempat.

Baca Juga: Permudah Penanganan Hewan Sakit, Wabup Beky Dorong Dokter Hewan Bangun Apotek Veteriner di Blitar

Perwakilan warga, M mengatakan, hasil pertemuan tersebut belum menghasilkan keputusan akhir. Pertemuan hanya menyepakati rencana hearing lanjutan ke DPRD Kabupaten Blitar.

”Agenda hari ini (kemarin, Red) mengarah pada rencana hearing lagi ke DPRD. Ini sudah kedua kalinya kami mengajukan. Maka dari itu, kami tetap memperjuangkan ini agar ada penyelesaian masalah. Tuntutan kami ya menghentikan pengolahan limbah,” ujarnya, kemarin.

Baca Juga: Tarif Parkir Kendaraan Bermotor di Kota Blitar Dievaluasi, Siap-siap Lebih Murah?

Dia melanjutkan, tuntutan utama warga adalah penghentian permanen pengolahan limbah atau setidaknya dilakukan perubahan sistem agar tidak lagi menimbulkan bau.

Menurutnya, sejak awal pengolahan limbah berjalan, respons perusahaan dinilai belum memuaskan masyarakat.

Baca Juga: Mobil Bekas Terbaik Harga Rp80 Jutaan yang Paling Irit dan Minim Perawatan, Toyota Yaris hingga Kijang Innova Jadi Rekomendasi Utama

Warga juga menilai sejumlah solusi yang ditawarkan sebelumnya, seperti penanaman pohon atau penutupan jalur angin, tidak efektif.

 Bau menyengat tetap tercium hingga ke permukiman, maka dari itu tidak mungkin menyalahkan arah angin.

Baca Juga: Mobil Bekas Terbaik Harga Rp80 Jutaan yang Paling Irit dan Minim Perawatan, Toyota Yaris hingga Kijang Innova Jadi Rekomendasi Utama

M menceritakan bahwa sebelumnya sempat dilakukan penghentian sementara operasional limbah untuk menunggu adanya alat yang baru.

Namun, setelah uji coba kembali selama sekitar 1 bulan, bau masih dirasakan warga dan memicu keresahan.

Baca Juga: Melihat Gaya Lucu Siswa Sekolah Luar Biasa Peringati Momen Hari Kartini di Kota Blitar

”Angin tidak mungkin ditutup. Jadi, bau tetap menyebar ke warga. Masyarakat sebenarnya tidak mempermasalahkan keberadaan usaha peternakan. Namun yang menjadi persoalan utama adalah dampak dari pengolahan limbah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Ngaringan, Agus Tri Jayanto menyebut, pertemuan yang digelar masih sebatas koordinasi dan musyawarah untuk meminta arahan dari pihak terkait, khususnya Komisi III DPRD Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Berikut adalah draf berita online yang disusun dengan standar jurnalistik Jawa Pos, dioptimalkan untuk SEO, dan disesuaikan untuk audiens blitarkawentar. 1. Judul Berita (Headline

“Berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk melibatkan pihak perusahaan. Namun sampai saat ini belum ada solusi yang benar-benar memuaskan warga,” jelasnya.

Warga berharap ada langkah konkret agar dampak bau tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Mobil Bekas Terbaik Harga Rp80 Jutaan yang Paling Irit dan Minim Perawatan, Toyota Yaris hingga Kijang Innova Jadi Rekomendasi Utama

Menurutnya, persoalan ini baru muncul setelah adanya pengolahan limbah.

Dalam waktu dekat, warga bersama pemerintah desa akan kembali mengajukan surat resmi ke DPRD untuk dilakukan hearing lanjutan.

Baca Juga: Melihat Gaya Lucu Siswa Sekolah Luar Biasa Peringati Momen Hari Kartini di Kota Blitar

Rencananya, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga akan dihadirkan dalam forum resmi tersebut guna mencari solusi atas permasalahan yang dikeluhkan warga.

“Kalau peternakan sebelumnya tidak ada masalah. Justru membuka lapangan pekerjaan. Keluhan muncul sejak ada pengolahan limbah,” pungkasnya.(jar/c1/sub)

Editor : Oksania Difa Ilmada
#limbah ayam petelur #hearing bersama dprd #limbah peternakan ayam #pengolahan limbah #dprd kabupaten blitar