BLITAR KAWENTAR – Banyaknya jumlah laporan kerusakan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Blitar membuat dinas perhubungan (dishub) harus menyiapkan strategi baru untuk penanganannya.
Dishub menilai tingginya laporan kerusakan di awal tahun ini karena dampak cuaca ekstrem.
Kepala Bidang Perlengkapan Jalan Dishub Kabupaten Blitar, Kurniawan Wibowo menjelaskan, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan dukungan operasional saat ini menjadi tantangan utama dalam menjaga stabilitas layanan infrastruktur.
Karena kendala tersebut, dishub belum dapat menerapkan sistem perawatan reguler secara menyeluruh dan masih memprioritaskan penanganan berdasarkan skala prioritas laporan masyarakat.
Baca Juga: Permudah Penanganan Hewan Sakit, Wabup Beky Dorong Dokter Hewan Bangun Apotek Veteriner di Blitar
"Kami melakukan percepatan penanganan melalui skema kelompok yang diklasifikasikan per kecamatan. Strategi ini bertujuan agar mobilisasi petugas jauh lebih efektif. Dengan pola ini, perbaikan dapat diselesaikan secara tuntas di satu wilayah sebelum tim bergeser ke wilayah lainnya," ungkapnya.
Efektivitas strategi berbasis wilayah ini dinilai sangat krusial. Sepanjang periode Januari hingga Maret 2026 saja, tercatat 348 laporan resmi masuk melalui berbagai kanal aduan.
Baca Juga: Tarif Parkir Kendaraan Bermotor di Kota Blitar Dievaluasi, Siap-siap Lebih Murah?
"Mayoritas laporan tersebut berkaitan dengan kerusakan infrastruktur yang dipicu oleh faktor eksternal, seperti jaringan kabel putus akibat tertimpa pohon tumbang hingga korsleting listrik yang disebabkan oleh kelembapan udara tinggi selama musim hujan," paparnya.
Melalui pembagian tugas per kelompok kecamatan, dishub menargetkan waktu tunggu perbaikan dapat dipangkas secara signifikan.
Baca Juga: Melihat Gaya Lucu Siswa Sekolah Luar Biasa Peringati Momen Hari Kartini di Kota Blitar
Kurniawan menambahkan, meskipun jumlah tenaga lapangan belum ideal, koordinasi yang solid antarkelompok diharapkan mampu menjaga standar keamanan dan kenyamanan bagi para pengguna jalan di Bumi Penataran.
"Kami berupaya untuk memaksimalkan sumber daya yang ada demi menjamin fasilitas publik tetap berfungsi optimal di tengah tantangan alam," tutupnya.(kho/c1/sub)
Editor : Oksania Difa Ilmada