BLITAR KAWENTAR - Mungkin agak sulit menjadi CJH dan bareng berangkat ke Tanah Haram. Namun, dua CJH Kota Blitar ini justru mendapat rezeki sehingga berpeluang untuk berangkat bersama.
Kakak beradik, Slamet dan Damanhuri, akan menunaikan ibadah haji bersama di usia senja.
Baca Juga: Indomobil E-Motor Sprinto: Skutik Sporty "Twin" Vario, Pilihan Budget Harian Terbaik 2026
Informasi keberangkatan bareng ke Tanah Suci tentu menjadi kabar gembira buat warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Kepanjenkidul, ini.
Apalagi, keduanya memang diketahui tinggal satu rumah.
Baca Juga: Rekomendasi Motor Listrik Budget Terbaik 2026: Performa Gahar dan Jarak Tempuh Ekstra untuk Harian
Bahkan selama ini keduanya terus saling mendampingi dan menguatkan dalam keseharian.
Slamet yang berusia 86 tahun lebih 4 bulan menjadi calon haji tertua dari Kota Blitar tahun ini.
Baca Juga: Indomobil E-Motor Tirano: Motor Listrik "X-Ride" Versi Garang, Budget Harian Terbaik 2026?
Bersama sang adik, Damanhuri, yang kini berusia 83 tahun.
Kakak-beradik ini dijadwalkan berangkat bersamaan rombongan CJH Kota Blitar yang lain pada 16 Mei mendatang tanpa pendamping khusus.
Meski usia tidak lagi muda, keduanya tetap mempersiapkan diri secara serius, dan memiliki cara sendiri untuk tetap mempertahankan kebugaran tubuh jelang berangkat.
Slamet mengandalkan aktivitasnya sebagai petani untuk menjaga kebugaran, sementara Damanhuri rutin berjalan kaki setiap pagi.
Baca Juga: Hemat dan Futuristik! 5 Rekomendasi Motor Listrik Budget Terbaik 2026 untuk Harian
“Persiapan ya menjaga kesehatan, bawa obat-obatan, juga jamu yang biasa diminum. Kalau saya memang petani, jadi tubuh saya lumayan sehat. Kalau adik saya biasanya olah raga jalan sehat,” tutur Slamet kepada Koran ini.
Dia mengaku, pekerjaan di sawah sudah menjadi bagian dari keseharian sekaligus cara menjaga kondisi tubuh agar tetap fit.
Baca Juga: Rekomendasi Motor Listrik Budget Terbaik 2026: Performa Gahar dan Jarak Tempuh Ekstra untuk Harian
Jadi tidak ada kegiatan tambahan lain sebab bertani itu sudah membuat badan tetap sehat karena terus bergerak.
“Olahraganya ya kerja di sawah itu, jadi saya pakai pacul. Sudah biasa kalau hanya untuk keluar keringat,” ungkapnya.
Sementara itu, Damanhuri memilih untuk menjaga stamina dengan jalan kaki usai salat Subuh.
Itu dilakukan setelah mulai menerima informasi akan berangkat haji tahun ini.
“Setiap pagi jalan kaki kurang lebih 1 kilometer. Itu juga sudah biasa saya lakukan,” jelasnya.
Perjalanan menuju Tanah Suci ini bukan hal instan. Slamet mengumpulkan biaya dari hasil bertani dan baru bisa mendaftar haji pada 2017 lalu.
Setelah menunggu bertahun-tahun, kesempatan itu akhirnya datang tahun ini. “Saya membayar biaya haji ini, ya dari hasil panen sedikit-sedikit dikumpulkan. Daftar sejak tahun 2017,” akunya.
Di balik kebahagiaan kakak-beradik ini juga tersimpan kisah haru.
Slamet awalnya berniat berangkat bersama istrinya.
Namun, sebelum keinginan tersebut terjadi, justru Allah SWT lebih dulu memanggil sang istri.
“Dulu niatnya itu berangkat berdua bersama istri. Sekarang tetap saya niatkan ibadah ini untuk kami berdua,” bebernya. (*/c1/ady)
Editor : Oksania Difa Ilmada