Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Anak Muda Hanya Sibuk Rebahan Scroll Medsos, Pelatih Bela Diri Blitar Ini Ajak Lebih Aktif Gerak Fisik

Akhmad Nur Khoiri • Kamis, 23 April 2026 | 13:40 WIB
Fenomena “pemuda jompo” yang belakangan ramai dibicarakan di kalangan generasi muda mendapat sorotan dari pelatih bela diri, Zaenal Abidin.
Fenomena “pemuda jompo” yang belakangan ramai dibicarakan di kalangan generasi muda mendapat sorotan dari pelatih bela diri, Zaenal Abidin.

BLITAR KAWENTAR - Fenomena “pemuda jompo” yang belakangan ramai dibicarakan di kalangan generasi muda mendapat sorotan dari pelatih bela diri, Zaenal Abidin.

Dia menilai istilah tersebut sejatinya merupakan stereotip yang tidak seharusnya dinormalisasi oleh anak muda.

Baca Juga: Progres Capaian Aktivasi IKD Kota Blitar Masih Rendah, Dispendukcapil Ungkap Kendalanya

Menurutnya, sebagai individu yang berada pada usia produktif, pemuda seharusnya memiliki kebugaran fisik dan energi yang lebih baik dibandingkan kelompok usia yang lebih tua. 

“Kalau disebut ‘jompo’, seharusnya ada rasa terusik. Karena sebagai pemuda, yang bisa kita unggulkan itu tenaga dan kondisi tubuh yang lebih prima,” ujarnya.

Baca Juga: Nissan Gravity 2026 Resmi Meluncur, MPV 7 Penumpang Murah Ini Dibekali Fitur Premium dan Irit BBM!

‎Zaenal menyayangkan jika fenomena ini justru dianggap sebagai tren. 

Dia melihat ada perubahan gaya hidup yang membuat banyak anak muda kurang memperhatikan kesehatan fisik mereka.

Baca Juga: Mengurai Akar Banjir Sidoarjo: Saat Kebijakan Belum Berpihak pada Pencegahan

Dari sudut pandangnya sebagai pelatih bela diri, ada beberapa faktor utama yang memicu munculnya fenomena tersebut. 

Salah satunya adalah beban aktivitas harian yang tinggi, seperti pekerjaan yang menyita waktu hingga lebih dari 10 jam, termasuk perjalanan.

Baca Juga: Terungkap! Konsumsi BBM 2000 CC Matic Ternyata Segini, Tenaga Nendang Tapi Tetap Irit?

Selain itu, kebiasaan menghabiskan waktu dengan gawai juga dinilai berpengaruh.

“Terlalu banyak scrolling media sosial tanpa batas screen time membuat orang jadi malas bergerak,” katanya.

Baca Juga: Nissan Grafite 2026 Resmi Dikonfirmasi! MPV Murah 7 Penumpang Basis Triber, Harga Rilis Maret

Dia juga menekankan bahwa masih banyak yang keliru memahami konsep olahraga. 

Aktivitas seperti menyapu atau berjalan kaki kerap dianggap cukup, padahal itu hanya aktivitas fisik, bukan olahraga yang terukur.

Baca Juga: Nissan Gravit 2026 Resmi Meluncur, MPV 7 Penumpang Harga Rp100 Jutaan Siap Tantang Calya dan Sigra?

Zaenal menegaskan bahwa tubuh tetap membutuhkan olahraga minimal 150 menit dalam satu minggu untuk menjaga kebugaran. 

Untuk menghindari kondisi “pemuda jompo”, dia menyarankan beberapa langkah sederhana.

Baca Juga: Indomobil E-Motor Sprinto: Skutik Sporty "Twin" Vario, Pilihan Budget Harian Terbaik 2026

Di antaranya, membatasi penggunaan media sosial, rutin berolahraga, serta tetap menjaga aktivitas fisik meski memiliki jadwal padat. ‎

“Kalau tidak sempat di hari kerja, bisa dimaksimalkan saat akhir pekan. Minimal stretching 5 sampai 10 menit setiap bangun tidur juga sudah membantu,” pungkasnya.(kho/c1/sub)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#pemuda jompo #pols hidup #Rebahan #anak muda #usia produktif